Sabtu, 08 April 2017

ETIKA PROFESI


1.         Definisi profesionalisme dan cirri-cirinya
Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter­dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional.[1] Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional. (Longman, 1987). Sumber Wikipedia

 Berikut ini ciri-ciri profesional
Adapun ciri ciri dari profesional yang diantaranya sebagaimana di bagian bawah ini:
  • Yang pertama, Memiliki kemampuan dan pengetahuan yang tinggi.
  • Yang kedua, Memiliki kode etik.
  • Yang ketiga, Memiliki tanggung jawab profesi serta integritas yang tinggi.
  • Yang keempat, Memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat.
  • Yang kelima, Memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan program kerja.
  • Yang kelima, Menjadi anggota organisasi dari profesinya.
Demikian tulisan yang membahas mengenai pengertian profesional dan ciri-cirinya, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat yang banyak untuk yang telah membacanya.

2. Sebutkan beberapa profesi yang terkait dalam bidang teknik industri?
Teknik industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses.
DI ITB dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, ilmu Teknik Industri diklasifikasikan ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, dan Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.


A.        Sistem Manufaktur
Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas, produktifitas, dan efisiansi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian Produksi,  Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik, dan Ergonomi.

B.        Manajemen Industri
Bidang keahlian Manajemen Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain adalah Manajemen Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik.

C.        Sistem Industri dan Tekno Ekonomi
Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri, Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operasional Research, dan Sistem Basis Data
      Teknik Mesin atau teknik mekanik adalah ilmu teknik mengenai aplikasi dari prinsip fisika untuk analisa, desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik. Ilmu ini membutuhkan pengertian mendalam atas konsep utama dari cabang ilmu mekanik, kinematik,  termodinamik dan energi. Ahli atau pakar dari teknik mesin biasanya disebut sebagai insinyur (teknik mesin), yang memanfaatkan pengertian atas ilmu teknik ini dalam mendesain dan menganalisa pembuatan kendaraan, pesawat, pabrik industri, peralatan dan mesin industri dan lain sebagainya. Untuk itu teknik mesin ini dapat dibagi – bagi dalam beberapa bagian yaitu :
v  Perancangan Mekanik dan Konstruksi
v  Proses Manufaktur dan Sistem Produksi
v  Konversi energy
v  Ilmu Bahan / Metalurgi

Maka dapat disimpulkan dari keterangan di atas, bahwa contoh profesi dari Profesi Teknik mesin dapat berupa Profesi dari keahlian dari masing – masing bagian dari teknik mesin diatas. Contoh profesi teknik mesin dalam bidang konstruksi, yaitu dapat berupa konstruksi mesin sebuah kendaraan. Contoh lain dalam Negara kita yaitu Bapak Habibie merupakan insinyur penerbangan yang dimana keahliannya dapat membuat pesawat.

Dari dua jenis bidang keahlian tersebut dapat dibedakan untuk profesi lebih baik ke bidang industri karna bidang industri bias berbagai macam dan bias termasuk ke bidang teknik mesin pula.
Sumber :

3.      Etika dalam bidang profesi? 

Etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulanmanusia di dalam kelompok sosialnya. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri. Menurut De George profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
Etika Profesi adalah suatu tindakan refleksi atau self control dalam pekerjaan yang dilakukan untuk kepentingan sosial atau sendiri dalam suatu bidang keahlain tertentu.  3Etika profesi sangat penting dalam bidang keteknikan dikarenakan suatu profesi harus mempunyai tanggung jawab, keadilan, dan otonomi. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasil, serta terhadap dampak dari profesi tersebut untuk kehidupan orang lain. Keadilan disini menuntut suatu profesi memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Otonomi dalam etika profesi dimaksudkan agar setiap profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. Apabila profesi keteknikan dilakukan tanpa etika maka akan berakibat fatal terhadap intuisinya, orang-orang yang bekerja dalam suatu intuisi tersebut, masyarakat luas, serta akan berakibat fatal terhadap lingkungan. Profesi dalam bidang keteknikan harus dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap pengabdian kepada masyarakat.
Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Ethos” yang memiliki arti watak kesusilaan atau adat. Para ahli mengatakan bahwa etika adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya, serta menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Etika sendiri digunakan untuk menilai apakah tindakan yang telah dikerjakan itu salah atau benar, buruk atau baik. Tujuan etika sendiri untuk mendapatkan konsep mengenai penilaian baik buruk manusia sesuai dengan norma-norma yang berlaku.Adapun bebarapa contoh karakter-karakter tidak ber-etika dalam kehidupan sehari sebagai berikut:
1.      Melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu, seperti suara radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman orang lain dengan kotoran, atau menutup jalan orang lain.
2.      Mencari-cari kesalahan/kekeliruan orang lain dan bahagia bila orang lain keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan orang lain.
3.      Mengunjing (meghibah) dan mengadu domba orang lain.
4.      Memonopoli pembicaraan, tidak memberikan orang lain kesempatan berbicara.
5.      Perkataan kasar, keras, dan ucapan yang menyakitkan perasaan dan mencari-cari kesalahan pembicaraan orang lain dan kekeliruannya, karena hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan dan pertentangan.

Peranan Etika Profesi dalam Bidang Teknik Industri
Suatu penguasaan pengetahuan di bidang tertentu disebut juga kepakaran. Ada juga yang mengatakan bahwa kepakaran merupakan pemahaman yang luas dari tugas atau pengetahuan spesifik yang diperoleh dari pelatihan, membaca dan pengalaman. Sedangkan kepakaran seorang sarjana teknik industri dapat dikatakan sebagai keahlian khusus (kompetensi) yang harus dimiliki seorang sarjana teknik industri. Seorang professional teknik industri seringkali membanggakan kompetensinya dalam berbagai hal mulai dari proses perancangan produk, perancangan tata-cara kerja sampai dengan mengembangkan konsep-konsep strategis untuk mengembangkan kinerja industri.
Pada dasarnya, ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu :
1.      Sistem Manufaktur. Bidang ini memanfaatkan pendekatan Teknik Industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral (manusia, mesin, material, energi, dan informasi) melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya.
2.      Bidang keahlian Manajemen Industri. Bidang ini cenderung bergerak ke arah persoalan-persoalan yang bersifat makro dan strategis. Persoalan yang dihadapi seringkali sudah tidak ada lagi bersangkut-paut dengan problem yang timbul di lini produksi (sistem produksi) ataupun manajemen produksi/industri; melainkan sudah beranjak ke persoalan diluar dinding-dinding pabrik.
3.      Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi. Bidang ini memanfaatkan pendekatan Teknik Industri untuk meningkatkan daya saing sistem integral (tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur) yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah.

Etika menjadi atribut pembeda yang membedakan antara manusia dengan mahluk hidup yang lainnya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang memiliki sebuah derajat yang tinggi di dunia ini, salah satunya karena adanya etika. Berikut ini adalah salah satu contoh etika yang telah disepakati oleh suatu organisasi yaitu tentang kode etik seorang sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri. Semoga menjadi contoh untuk kita semua.
Untuk lebih menghayati Kode Etik Profesi Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia dalam operasionalisasi sesuai bidang masing-masing, dan sadar sepenuhnya akan tanggung jawab sebagai warga negara maupun sebagai sarjana, akan panggilan pertumbuhan dan pengembangan pembangunan di Indonesia maka kami Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bersepakat untuk lebih mempertinggi pengabdian kepada Bangsa, Negara dan Masyarakat. Selaras dengan dasar negara yaitu “PANCASILA” maka disusunlah kode etik profesi berikut ini yang harus dipegang dengan keyakinan bahwa penyimpangan darinya merupakan pencemaran kehormatan dan martabat Sarjana Teknik dan Manajemen Industri Indonesia.
PASAL 1:
Dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri akan selalu mengerahkan segala kemampuan dan pengalamannya untuk selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik didalam keluhuran budi dan kemanfaatan masyarakat luas secara bertanggung jawab.
PASAL 2:
Dalam melaksanakan tugas yang melibatkan disiplin dan pengetahuan lain, Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Indutstri akan senatiasa menghormati dan menghargai keterlibatan mereka, dan akan selalu mendayagunakan disiplin Teknik Indutri dan Manajemen Industri akan dapat lebih dioptimalkan dalam upaya mencapai hasil terbaik.
PASAL 3:
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bertanggung jawab atas pengembangan keilmuan dan penerapannya dimasyarakat, dan akan selalu berupaya agar tercapai kondisi yang efisien dan optimal dalam segenap upaya bagi perbaikan dalam pembangunan dan pemeliharaan sistem.
PASAL 4:
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi dan di dalam melaksanakan tugasnya tidak akan melakukan perbuatan tidak jujur, mencemarkan atau merugikan sesama rekan sekerja.
PASAL 5:
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri akan selalu bersikap dan bertindak bijaksana terhadap sesama rekannya dan terutama kepada rekan mudanya; selalu mengusahakan kemajuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan, bagi dirinya pribadi, bagi masyarakat maupun bagi pengebangan Teknik Industri dan Manajemen Industri di Indonesia

Bidang keahlian teknik industry pada Sistem Manufaktur terdiri dari Production Engineer/Officer/Manager, Facility Layout and Plant Designer, Product Design and Development, PPIC Officer/Manager, Maintenance Office/Manager. Bidang keahlian Manajemen Industri terdiri dari Business Excellence Team, Standard and Procedure Development Officer, Marketing Manager, QA (Quality Assurance) Officer/Director, Process Planner, Operations Staff until Directors. Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi terdiri dari Plant Energy Manager, Building/Facility Energy Manager, Utility Energy Auditor, Utility Energy Analyst, Consulting Energy Engineer/Manager, DSM Auditor/Manager.
Dengan jobdesknya sebagai berikut:
1.      Manajemen produksi (Production Engineer/Officer/Manager) adalah salah satu cabang  manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
2.      Facility Layout and Plant Designer merupakan salah satu bidang keahlian teknik industri yang tugasnya merancang dan memperbaiki layout baik dari pabrik maupun stasiun kerja, bagaimana susunan dan urutan fasilitas kerja terbaik sehingga aliran barang atau proses bisa berjalan dengan tanpa hambatan atau berbelit-belit sehingga memakan waktu yang berharga. Facility Layout and Plant Designer memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu dapat menyimpan rahasia kekurangan dan kelebihan fasilitas yang dimiliki perusahaan tersebut, tidak menyalahgunakan fasilitas yang akan dirancangnya, memperbaiki layout seefisien mungkin dengan dana yang tidak disalahgunakan.
3.      Product Design and Development (Desain dan Pengembangan Produk) merupakan bidang keahlian teknik industri yang tugasnya merancang dan membuat inovasi suatu produk yang akan diproduksi, memilih material yang cocok digunakan untuk produk yang akan dibuat. Produk bukan hanya terus dirancang sepanjang perusahaan terus berdiri, tetapi juga membuat rancangan produk baru untuk bersaing dengan competitor yang lain agar tidak gulung tikar dan memikat masyarakat. Product Design and Development memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu menjaga rahasia perusahaan mengenai inovasi produk yang belum diluncurkan, tidak membocorkan rahasia perusahaan yang menjadi tolok ukur kemajuan perusahaan.
4.      PPIC Officer/Manager memiliki tugas dalam penyusunan jadwal produksi dan pengadaan/pembelian dari setiap seluruh fasilitas produksi serta bagaimana menyimpannya, untuk memastikan bebas hambatannya proses produksi, tentunya harus memperhatikan bahwa semua material utama dan pendukung harus tersedia ketika produksi dilakukan. PPIC Officer/Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu menggunakan dana untuk pengadaan material sebaik mungkin dengan tidak menyalahgunakannya, tidak membocorkan rahasia dari proses produksi yang dilakukan.
5.      Maintenance Office/Manager memiliki tugas menjaga tingkat operasi dari setiap sumber daya (mesin, peralatan dsb) dalam kondisi optimal melalui manajemen pemeliharaan. Maintenance Office/Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu membuat jadwal pemeliharaan mesin, peralatan dsb dengan dana yang telah ditentukan, tidak membocorkan rahasia perusahaan mengenai peralatan apa saja yang di-maintenance secara berkala .
6.      Business Excellence Team memiliki tugas sebagai pemimpin yang membangun sebuah tim kerja yang hebat (bagus), bagaimana membangun tim dengan kerjasama yang baik yang dapat membantu kelancaran proyek tersebut dilaksanakan. Karena dengan adanya Tim Hebat (Super Team), dapat mencapai kesuksesan. Sebagai seorang pimpinan, harus membangun sebuah tim yang hebat agar kesuksesan bisa diraih dengan hasil optimal dan tepat waktu. Business Excellence Team memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu tidak berbicara yang dapat menyinggung rekan satu tim agar selalu terjalin kekompakan, menjaga rahasia masing-masing tim dan menghormatinya sebagai manusia yang tidak luput dari kekurangan, mencari kelebihan masing-masing tim dan menggunakannya secara bijaksana dalam rangka memajukan dan meraih kesuksesan.
7.      Standard and Procedure Development Officer memiliki tugas mengevaluasi standar waktu kerja dan merancang cara kerja manual terbaik. Membuat bagaimana seluruh sistem kerja berjalan dengan sebagaimana mestinya sesuai dengan tugas yang seharusnya. Standard and Procedure Development Officer memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan, mengetahui kelebihan dan kekurangan pekerja dan menghormatinya dengan tidak memanfaatkan kekurangan masing-masing pekerja.
8.      Marketing Manager memiliki tugas bertanggung jawab terhadap manajemen bagian pemasaran, bertanggung-jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan penggunaan dana promosi. Selain itu, manajer pemasaran juga bertugas sebagai koordinator manajer produk dan manajer penjualan, membina bagian pemasaran serta membimbing seluruh karyawan dibagian pemasaran, membuat laporan pemasaran kepada direksi. Marketing Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu berkata sejujur mungkin kepada konsumen dengan tidak dibuat-buat, menarik perhatian konsumen dengan cara yang tidak curang, tidak memaksa konsumen agar harus tertarik dengan produknya, menjaga rahasia perusahaan mengenai kekurangan produk tersebut.
9.      QA (Quality Assurance) Officer/Director memiliki tugas menjamin mutu produk yang berasal dari mutu proses yang baik. Kualitas produk merupakan hal yang paling penting, karena konsumen memiliki kebutuhan yang tinggi akan kualitas produks yang baik. QA (Quality Assurance) Officer/Director memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu menjaga rahasia perusahaan mengenai peningkatan kualitas produk yang merupakan salah satu rahasia yang paling penting yang membedakan dengan kompetitor lainnya.
10.  Process Planner memiliki tugas mejadwalkan produksi setiap mesin didekorasi, membuat material request (MR) dan manufacturing order (MO), memantau output produksi harian didekorasi, serta menghitung efesiensi produksi. Process Planner memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu memesan material kepada supplier sesuai dengan yang telah dijadwalkan.
11.  Operations Staff until Directors memiliki tugas memastikan jalannya produksi dan operasi secara efisien dan efektif hingga mendapatkan sebuah sistem produksi atau operasi yang terbaik (excellence). Operations Staff until Directors memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu dapat menyimpan rahasia kekurangan dan kelebihan fasilitas yang dimiliki perusahaan tersebut, tidak menyalahgunakan fasilitas yang akan dirancangnya, memperbaiki layout seefisien mungkin dengan dana yang tidak disalahgunakan.
12.  Plant Energy Manager memiliki tugas melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja/ Preparation and selection, pengembangan dan evaluasi karyawan / development and evaluation, Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / compensation and protection. Plant Energy Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu menyeleksi tenaga kerja sesuai denga keahlian dibidangnya dengan tidak membocorkan kekurangan dari pekerja tersebut pada saat bekerja, memberikan pertanyaan sejujur mungkin kepada calon pegawai dan tidak memojokkan calon pegawai jika tidak memenuhi spesifikasi pegawai yang dibutuhkan.
13.  Building/Facility Energy Manager memiliki tugas membuat perencanaan keseluruhan proyek, pengerahan (mobilisasi) sumber daya, pengerahan (menggerakkan) partisipasi masyarakat, pengganggaran, pelaksanaan pembangunan yang ditangani langsung oleh pemerintah, koordinasi, pemantauan dan evaluasi, serta melakukan pengawasan. Building/Facility Energy Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu menggunakan sebaik mungkin dana yang telah diberikan untuk pembangunan proyek tersebut, berkata dengan sebaik mungkin kepada pemerintah dengan tidak mengada-ada misalnya penambahan dana pembangunan.
14.  Utility Energy Auditor memiliki tugas menghitung audit energi yang digunakan untuk proyek atau produksi. Energi dihitung untuk mengetahui banyaknya energi yang telah digunakan untuk dilakukan perbaikan selanjutnya agar dapat digunakan lebih efisien dari sebelumnya. Utility Energy Auditor memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu berkata jujur kepada pemilik perusahaan jika energi yang digunakan melebihi batas yang telah ditentukan, melakukan audit dengan sejujur mungkin dan tidak memojokkan suatu bagian dari perusahaan jika terdapat kejanggalan mengenai energi yang telah digunakan.
15.  Utility Energy Analyst memiliki tugas menganalisis energi yang digunakan dalam proses produksi (proyek), merencanakan ulang energi yang akan digunakan selanjutnya untuk proyek selanjutnya secara efisien. Utility Energy Analyst memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu memberikan hasil analisis penggunaan energy secara jujur kepada perusahaan, tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan sebagai utility energy analyst. Menjaga sebaik mungkin rahasia perusahaan kepada pihak lai yang tidak bersangkutan.
16.  Consulting Energy Engineer/Manager memiliki tugas membantu manajemen konstruksi, mulai dari perizinan, pembangunan, penyerahan/pra operasional, operasional/memanage building, dan juga marketing.  Consulting Energy Engineer/Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu berkata sejujur mungkin mengenai apa yang harus dilakukan bagi perusahaan dalam menjalankan proyeknya, tidak menjerumuskan kliennya kepada tindakan-tindakan yang tidak seharusnya dilakukan, membimbing dan member masukan sebaik mungkin agar proyek yang ditanganinya dapat berhasil dan sukses, tidak membocorkan rahasia kliennya kepada pihak lain yang tidak bersangkutan.
17.  DSM Auditor/Manager memiliki tugas meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan yang digunakan oleh perusahaan listrik untuk mempengaruhi pelanggan tentang waktu dan intensitas penggunaan energi listrik sedemikian rupa sehingga dapat merubah kurva beban sesuai dengan dari sisi pasokan perusahaan sehingga saling menguntungkan antara pelanggan dan perusahaan listrik. DSM Auditor/Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu berkata jujur kepada pemilik perusahaan dan tidak memperngaruhi konsumen melalui jalan negative sehingga konsumen tidak lagi mempercayai perusahaan tersebut. Membuat laporan se-transparan mungkin agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dengan menyalahgunakan laporan yang akan dibuatnya.

Referensi



Selasa, 24 Januari 2017

Cafe Bekjul


Café atau restoran bekjul merupakan sebuah tempat makan dan tempat nongkrong untuk anak-anak muda sampai bahkan orang tua sekalipun yang berlokasi di jalan Neglasari tepatnya diseberang POLSEK Sukaranya Kota Bogor Utara. Bekjul café memiliki arti yaitu “beBEK JadUL” yang biasanya ditunjukan untuk pengguna motor tua, jadi café ini mengusung tema motor tua dalam tatanan dekorasinya. Café Bekjul ini buka mulai dari pukul 15.00 sampai dengan pukul 23.00. menu yang disajikan pada cefe ini terdiri dari beberapa macam  makanan berat sampai makanan ringan dan beberapa jenis aneka minuman. Café bekjul juga menyewakan tempatnya untuk beberapa acara seperti pesta pernikahan atau acara buka bersama. Untuk lebih engkapnya berikut adalah sedikit wawancara dengan mengusung pertanyaan 5W+1H mengenai café bekjul tersebut dengan pemiliknya yang bernama Tubagus Muhammad Afif  dalam membangun usahanya.

1. Jenis usaha apa yang anda jalani saat ini?
Jawab: Restoran atau Café

2. Kenapa anda memilih usaha tersebut?
Jawab: Karena ingin mencoba hal yang baru dengan menciptakan masakan untuk memuaskan pelanggan.

3. Siapa saja yang menjalani usaha yang anda miliki tersebut?
Jawab: Saya sendiri dan dibantu oleh beberapa orang karyawan.

4. Kapan tepatnya bisnis anda dimulai?
Jawab: Tahun 2015.

5. Bagaimana cara menjalankan usaha tersebut agar masyarakat berminat untuk mengunjunginya?
Jawab: Memperkenalkannya dengan internet dan  memberikan pelayan yang maksimal dan sopan santun kepada setiap pelanggan yang hadir.

6. Kendala apa saja yang sering dihadapi saat anda menjalani usaha tersebut dan bagaimana cara memecahkan permasalahannya?
Jawab: Seperti harga bahan baku masakan yang naik turun dan adanya beberapa complain karena ketidak cocokan rasa terlalu pedas atau asin dan segera memperbaiki keadaan dengan meminta maaf sebagai intropeksi.


Rabu, 22 Juni 2016


TUGAS SOFTSKILL
PENGETAHUAN LINGKUNGAN


Description: Gundarlogo


Oleh:
GANDHANG ANOM WIDAKDO
33413645





JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK

2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
          Semakin berkembangnya teknologi yang semakin hari semakin canggih terutama untuk gadget membuat pekerjaan manusia semakin mudah, manusia jadi lebih mudah mencari dan bertukar informasi di dunia, dari segi politik dan ekonomi. Berkembangnya teknologi pada gadget terutama dari akun media sosial masyarakat bisa menemukan apa yang di cari sebagai contoh mencari destinasi wisata.
Dewasa ini tidak dipungkiri pariwisata di Indonesia maju sangat pesat bersaing dengan dunia fashion, banyak masyarakat yang berlomba-lomba mencari tempat wisata di dunia maya menggunakan akun pribadi mereka, tidak jarang banyak para wisatawan yang rela mengeluarkan biaya yang cukup besar dan merelakan waktu yang cukup lama untuk mendatangi tempat wisata terutama wisata alam demi memanjakan mata atau hanya sekedar mengabadikan gambar dengan kamera saja. Banyaknya wisata yang mendatangi tempat wisata alam didukung pula dengan agen travel yang sudah banyak ditemukan dimana-mana sebagai contoh penyedia jasa guide atau porter yang cukup professional.
Berkembangnya pariwisata alam seperti ini memanglah cukup menguntungkan bagi pengelolanya tetapi tentunya ada kerugian pula yang dihasilkan. Sebagai contoh banyak para wisatawan yang tidak bertanggung jawab dengan sampah yang dibawanya dengan membuang sampah sembarangan yang tentunya menjadi pencemaran lingkungan ditempat wisata alam dan tidak nyaman di pandang mata. Sebagai contoh aktivitas wisata alam yang sedang naik daun di Indonesia adalah mendaki gunung.
Mendaki gunung memang memiliki sensasi tersendiri bagi pariwisata namun mendaki gunung merupakan aktivitas yang cukup berbahaya bagi seorang pemula, baik itu cuaca yang mudah berubah bahkan serangan binatang liar. Banyak ilmu dasar yang harus diketahui seorang pendaki gunung sebelum mendaki gunung. Sekarang ini pendakian gunung di Indonesia menjadi magnet pariwisata yang sangat di gandrungi baik oleh masyarakat lokal sampai turis mancanegara, namun kebersihan yang didapatkan tidak sebanding dengan apa yang diharapkan, bisa dilihat sampah begitu banyak berserakan dan semakin hari semakin memenuhi area di sepanjang jalur pendakian di indonesia. Tentu saja hal ini merusak ekosistem alam yang ada serta menyingkirkan satwa liar yang ada di sana
             
1.2     Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan permasalahan-permasalahan yang dibahas pada penulisan ini. Perumusan masalah membahas cara mengurangi pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh sampah di tempat wisata alam terutama di gunung.
Memberikan penyuluhan edukasi bagi wisatawan atau pendaki gunung tentang bahaya pencemaran lingkungan karena sampah terhadap ekosistem alam.

1.3     Tujuan Penulisan
            Tujuan penulisan merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam penulisan tentang pengetahuan lingkungan.
1.  Mampu mencegah pembuangan sampah secara sembarangan di tempat wisata alam
2.  Mengurangi sampah yang dihasilkan oleh para wisatawan.

BAB II
LANDASAN TEORI

A.       SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA
Sampah adalah suatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia, atau benda padat yang sudah tidak digunakan lagi dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang. Para ahli kesehatan masyarakat Amerika membuat batasan, sampah (waste) adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia, dan tidak terjadi dengan sendirinya.
Dari batasan ini jelas bahwa sampah adalah merupakan hasil suatu kegiatan manusia yang dibuang karena sudah tidak berguna. Sehingga bukan semua benda padat yang tidak digunakan dan dibuang disebut sampah, misalnya : benda-benda alam, benda-benda yang keluar dari bumi akibat gunung meletus, banjir,pohon di hutan yang tumbang akibat angin rebut, dan sebagainya. Dengan demikian sampah mengandung prinsip-prinsip sebagai berikut :
·                     Adanya sesuatu benda atau bahan padat.
·                     Adanya hubungan langsung atau tak langsung dengan kegiatan manusia.
·                     Benda atau bahan tersebut tidak dipakai lagi.

SYSTEM PENGOLAHAN SAMPAH
1.    Teknologi Tepat Guna (TTG)
Teknologi Tepat Guna adalah teknologi yang memiliki kriteria ekonomis, teknis, ergonomis, sosiobudaya, hemat energi, dan melindungi lingkungan. Ekonomis adalah sesuai dengan kebutuhan dan mempertimbangkan skala prioritas. Teknis adalah mudah diaplikasikan di lapangan. Ergonomis maksudnya adalah mengikuti prinsip ergonomi. Sosiobudaya mencakup kebiasaan yang ada. Hemat energi berarti memberikan kontribusi pada pengembangan berkelanjutan. Sedangkan melindungi lingkungan berarti tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan.
2.    Sustainability, Siklus Biogeokimiawi dan Carrying Capacity
              Sustainability adalah keberlanjutan sistem kehidupan yang berjalan secara sinambung. Siklus biogeokomiawi merupakan proses biologi, geologi, dan kimia yang berkaitan dengan materi. Sampah adalah materi yang merupakan Sumber Daya Alam. Menurut hukum kekekalan materi, maka materi tak ada habisnya, mengalir dari suatu bagian ke bagian lain dan dari dunia hidup ke tak hidup serta kembali ke dunia hidup.
         Materi pada sampah dapat berupa unsur kimia seperti C (karbon), H (hidrogen), O (oksigen), N (nitrogen), dan S (Sulfur). Sustainability dan Siklus biogeokimiawi yang berjalan dengan baik akan memberikan daya dukung lingkungan (carrying capacity) yang baik pula pada kehidupan manusia.Carrying capacity merupakan kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan populasi yang salah satunya adalah manusia. TTG (Teknologi Tepat Guna) pada manajemen/ pengelolaan sampah yang dirumuskan, selain didasarkan pada 6 kriteria TTG pada ergonomi total, perumusannya juga harus mengacu pada sustainability, siklus biogeokimiawi, dan daya dukung lingkungan.  TTG (Teknologi Tepat Guna) ini merupakan salah satu solusi saja untuk mengatasi masalah sampah.

B.       SUMBER -SUMBER SAMPAH
1.    Sampah yang berasal dari pemukiman (domestic wastes)
Sampah ini terdiri dari bahan-bahan padat sebagai hasil kegiatan rumah tangga yang sudah dipakai dan dibuang, seperti sisa-sisa makanan baik yang sudah dimasak atau belum, bekas pembukus, baik itu kertas, plastic, daun dan sebagainya, pakaian-pakaian bekas, bahan-bahan bacaan, perabot rumah tangga, daun-daunan dari kebun atau taman.
2.    Sampah yang berasal dari tempat-tempat umum
Sampah ini berasal dari tempat-tempat umum, seperti pasar, tempat-tempat hiburan, terminal bus, stasiun kereta api, dan sebagainya.
Sampah ini berupa : kertas, plastic, botol, daun, dan sebagainya.
3.    Sampah yang berasal dari perkantoran
Sampah ini dari perkantoran baik perkantoran pendidikan, perdagangan, departemen, perusahaan, dan sebagainya. Sampah ini berupa kertas-kertas, plastic, karbon, klip, dan sebagainya. Umumnya sampah ini bersifat kering dan mudah terbakar (rabbish).
4.    Sampah yang berasal dari jalan raya
Sampah ini berasal dari pembersihan jalan, yang umunya terdiri dari kertas-kertas, kardus-kardus, debu, batuan-batuan, pasir, sobekan ban, onderdil-onderdil kendaraan yang jatuh, daun-daunan, plastic, dan sebagainya.
5.    Sampah yang berasal dari industri (industrial wastes)
Sampah ini berasal dari kawasan industri, termasuk sampah yang berasal dari pembangunan industri dan segala sampah yang berasal dari proses produksi, misalnya : sampah-sampah pengepakan barang, logam, plastic, kayu, potongan tekstil, kaleng, dan sebagainya.
6.    Sampah yang berasal dari pertanian atau perkebunan
Sampah ini sebagai dari perkebunan atu pertanian, misalnya : jerami, sisa sayur-mayur, batang padi, batang jagung, ranting kayu yang patah, dan sebagainya.
7.    Sampah yang berasal dari pertambangan
Sampah ini berasal dari daerah pertambangan, dan jenisnya tergantungdari jenis usaha pertambangan itu sendiri, misalnya : batu-batuan, tanah/cadas, pasir, sisa-sisa pembakaran (arang), dan sebagainya.
8.    Sampah yang berasal dari peternakan dan perikanan
Sampah yang berasal dari peternakan dan perikanan ini berupa : kotoran-kotoran ternak, sisa-sisa makanan, bangkai binatang, dan sebagainya.

C.       JENIS-JENIS SAMPAH
         Kalau kita berbicara sampah, sebenarnya meliputi 2 jenis sampah :
1.    Sampah padat
Sampah padat dapat dibagi menjadi berbagai jenis, yaitu:
Berdasarkan zat kimia yang terkandung di dalamnya, sampah dibagi menjadi:
1.  Sampah an-organik adalah sampah yang umumnya tidak dapat membusuk, misalnya : logam/besi, pecahan gelas, plastic dan sebagainya,

2.  Sampah organic adalah sampah yang pada umumnya dapat membusuk, misalnya : sisa-sisa makanan, daun-daunan, buah-buahan, dan sebagainya.

            Berdasarkan dapat dan tidaknya dibakar
1.  Sampah yang mudah terbakar, misalnya : kertas, karet, kayu, plastic, kain bekas, dan lain-lain.
2.  Sampah yang tidak dapat terbakar, misalnya : kaleng-kaleng bekas, besi/logam bekas, pecahan gelas, kaca dan sebagainya.

            Berdasarkan karakteristik sampah
1.  Garbage adalah jenis sampah hasil pengolahan atau pembuatan makanan yang umumnya mudah membusuk dan berasal dari rumah tangga, restoran, hotel, dan sebagainya.
2.  Rabish adalah sampah yang berasal dari perkantoran, perdagangan, baik yang mudah terbakar seperti kertas, karton, plastic, maupun yang tidak mudah terbakar, seperti kaleng bekas, klip, pecahan kaca, gelas dan sebagainya.
3.  Ashes (abu) yaitu sisa pembakaran dari bahan-bahan yang mudahg ter baker termasuk abu rokok.
4.  Sampah jalanan (street sweeping) yaitu sampah yang berasal dari pembersihan jalan, yang terdiri dari campuran bermacam-macam sampah, daun-daunan, plastic, besi, debu dan sebagainya.
5.  Sampah industri, yaitu sampah yang berasal dari industri atau pabrik-pabrik.
6.  Bangkai binatang (dead animal) yaitu bangkai binatang yang mati karena alam, ditabrak kendaraan, atau dibuang oleh orang.
7.  Bangkai kendaraan (abandoned vehicle) yaitu bangkai mobil, sepeda, sepeda motor, dan lain-lain.
8.  Sampah pembangunan (construction waste) yaitu sampah dari proses pembangunan gedung dan sebagainya, yang berupa puing-puing, potongan-potongan kayu, besi beton bambu dan lain-lain.

2.    Sampah cair (Air Limbah)
Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Batasan lain mengatakan bahwa air limbah adalah kombinasi dari cairan dan sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran dan industri bersama-sama dengan air tanah, air permukaan dan air hujan yang mungkin ada.
Dari batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa air buangan adalah air yang tersisa dari kegiatan manusia, baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan lain, seperti industri, perhotelan, da sebagainya. Meskipun merupakan air sisa, namun volumenya besar, karena kurang lebih 80% dari air yang digunakan bagi kegiatan manusia sehari-hari tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor (tercemar). Selanjutnya air limbah ini akhirnya akan mengalir ke sungai dan laut dan akan digunakan oleh manusia lagi. Oleh sebab itu, air buangan ini harus dikelola atau diolah secara baik.

Air limbah ini berasal dari berbagai sumber, dapat dikelompokkan menjadi :
                           Air buangan yang bersumber dari rumah tangga (domestic wastes water), yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah ini terdiri dari ekstreta (tinja dan air seni), air bekas cucian dapur dan kamar mandi, dan pada umumnya terdiri dari bahan organic.
               Air buangan industri (industrial wastes water), yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses produksi. Zat-zat yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industri, antara lain : zat pewarna, mineral, nitrogen, sulfide, amoniak, lemak, garam-garam, logam berat, zat pelarut, dan sebagainya. Oleh sebab itu, pengolahan jenis air limbah ini, agar tidak menimbulkan polusi lingkungan menjadi lebih rumit.
Air buangan kotapraja (municipal wastes water), yaitu air buangan yang berasal dari daerah : perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat umum, tempat-tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan air limbah rumah tangga.

a.    Karakteristik Air Limbah
Karakteristik air limbah perlu dikenal, karena hal ini akan menentukan cara pengolahan yang tepat. Sehingga tidak mencemari lingkungan hidup. Secara garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan sebagai berikut :
   1.         Karakteristik Fisik
Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan padat dan suspensi. Terutama air limbah rumah tangga, biasanya berwarna suram seperti larutan sabun, sedikt berbau. Kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, berwarna bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja, dan sebagainya.
2.         Karakteristik Kimiawi
Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat kimia an-organik yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organic berasal dari penguraian tinja, urine, dan sampah-sampah lainnya. Oleh sebab itu, pada umumnya bersifat basah pada waktu masih baru, dan cenderung ke asam apabila sudah mulai membusuk. Substansi organic dalam air buangan terdiri dari 2 gabungan, yaitu :
    3.          Karakteristik Bakteriologis
Kandungan bakteri pathogen serta organisme coli terdapat juga dalam air limbah, tergantung dari mana sumbernya, namun keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air buangan.

b.    Cara Pengolahan Air Limbah secara Sederhana
 Pengolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah tersebut. Secara ilmiah sebenarnya lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan yang timbul karena pencemaran air limbah tersebut. Namun demikian, alam tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya, sehingga air limbah perlu diolah sebelum dibuang.
Beberapa cara sederhana pengolahan air limbah antara lain :
  1.          Pengenceran (Dilution)
Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah, kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Tetapi, dengan makin bertambahnya penduduk, yang berarti makin meningkatnya kegiatan manusia, maka jumlah air limbah yang harus dibuang terlalu banyak, dan diperlukan air pengebceran terlalu banyak pula, maka cara ini tidak dapat dipertahankan lagi. Di samping itu, ini menimbulkan kerugian lain, di antaranya : bahaya kontamonasi terhadap badan-badan air masih tetap ada, pengendapan yang akhirnya menimbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air, seperti : selokan, sungai, danau. Selanjutnya dapat menimbulkan banjir.
   2.         Kolam Oksidasi (Oxidation Ponds)
Pada prinsipnya pengolahan ini adalah pemanfaatan sinar matahari, ganggang (algae), bakteri dan oksigan dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah di\alirkna ke dalam kolam besar berbentuk segi empat dengan kedalaman antara 1 – 2 m. dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman, dan di daerah yang terbuka, sehingga memungkinkan sirkulasi angin dengan baik. 

D.       PENGELOLAAN SAMPAH
Sampah erat kaitanya dengan kesehatan masyarakat, karena dari sampah-sampah tersebut akan hidup berbagai mikro organisme penyebab penyakit (bacteri pathogen), dan juga binatang serangga sebagai pemindah/penyebar penyakit (vector). Oleh sebab itu, sampah harus dikelola dengan baik sampai sekecil mungkin tidak mengganggu atau mengancam kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik, bukan saja untuk kepentingan kesehatan saja, tetapi juga untuk keindahan lingkungan. Yang dimaksud dengan pengelolaan sampah di sini adalah meliputi pengumpulan, pengangkutan, sampai dengan pemusnahan atau pengolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak menjadi gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.

Pengelolaan sampah didefinisikan sebagai kontrol terhadap timbulan sampah, pewadahan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, proses pembuangan akhir sampah, di mana semua hal tersebut dikaitkan dengan prinsip – prinsip terbaik untuk kesehatan, ekonomi, keteknikan/ engineering, konservasi, estetika, lingkungan, juga terhadap sikap masyarakat

SHIP (Sistemik, Holistik, Interdisipliner, Holistik)

SHIP berarti bahwa setiap pemecahan masalah dianalisa dengan cara bersistem, melibatkan berbagai sistem yang terkait secara bersama – sama atau holistik, memanfaatkan berbagai ilmu/ disiplin yang terlibat dan harus ada partisipasi sejak fase perencanaan dari seluruh stakeholder yang ada.
Eksplorasi kondisi eksisting manajemen/ pengelolaan sampah harus mencakup keseluruhan aspek yang ada, karena manajemen/ pengelolaan sampah yang ada saat ini hanya dipahami secara parsial, yaitu sebatas urusan memindahkan, membuang, memusnahkan, dan belum mengoptimalkan potensi daur ulang sampah, sehingga akhirnya dapat mengakibatkan hilangnya jaminan keselamatan serta keamanan hidup manusia diberbagai daerah. Eksplorasi kondisi eksisting disini merupakan bagian yang sangat vital, karena akan menjadi dasar dalam merancang manajemen/ pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Cara-cara pengelolaan sampah antara lain sebagai berikut :
1.    Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah
Pengumpulan sampah adalah menjadi tanggung jawab dari masing-masing rumah tangga atau institusi yang menghasilkan sampah. Oleh sebab itu, mereka ini harus membangun dan mengadakan tempat khusus untuk mengumpulkan sampah. Kemudian dari masing-masing tempat pengumpulan sampah tersebut harus diangkut ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah, dan selanjutnya ke Tempat Penampungan Akhir (TPA). Mekanisme, sistem atau cara pengangkutannya untuk daerah perkotaan adalah tanggung jawab pemerintah daerah setempat, yang didukung oleh partisipasi masyarakat produksi sampah, khususnya dalam hal pendanaan.

Sedangkan untuk daerah pedesaan pada umumnya sampah dapat dikelola oleh masing-masing keluarg, tanpa memerlukan TPS maupun TPA. Sampah rumah tangga daerah pedesaan umumnya didaur ulang menjadi pupuk.

2.  Pemusnahan dan Pengolahan Sampah
Pemusnahan atau pengolahan sampah padat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain :
a.    Ditanam (Landfill)
yaitu pemusnahan sampah dengan membuat lubang di tanah kemudian sampah dimasukkan dan ditimbun dengan tanah.            Prinsip dari sanitary Landfill (pengurugan tanah dengan sampah secara sehat) ialah sampah yang telah ditimbun kemudian segera diurug dengan lapisan tanah yang padat setebal 30 cm. Tanah urug betul-betul padat dan minimum tebal 30 cm agar tempayak tak dapat menembus lapisan tanah urug.
b.  Dibakar (Inceneration)
yaitu memusnahkan sampah dengan cara dibakar di dalam tungku pembakaran (incinerator). Pelaksanaan metode ini harus diusahakan sejauh mungkin dari pemukiman  demi menghindari pencemaran udara. Hasil dari pembakaran ini menghasilkan dioksin, yaitu ratusan jenis kimia berbahaya  seperti CDF ( chlorined dibenzo furan ), CDD ( chlorined dibenzo-p-dioxin ) dan PCB ( poly chlorinated byphenil) . Jika senyawa ini tidak dapat terurai maka akan terhirup oleh makhluk hidup dan akan mengendap dalam tubuh , yang pada kadar tertentu akan mengakibatkan kanker.
c.    Dijadikan pupuk (Composting)
Yaitu pengolahan sampah menjadi pupuk (kompos), khususnya untuk sampah organic daun-daunan, sisa makanan dan sampah lain yang mudah membusuk. Di daerah pedesaan hal ini sudah biasa dilakukan, sedangkan di daerah perkotaan hal ini perlu dibudayakan. Apabila setiap rumah tangga dibiasakan untuk memisahkan sampah organic dengan an-organik, kemudian sampah organic diolah menjafi pupuk tanaman, dapat dijual dan dipakai sendiri.

Sedangkan untuk sampah an-organik dapat dibuang dan akan segera dipungut oleh para pemulung. Dengan demikian maka masalan sampah akan berkurang.

Penanganan sampah adalah bukan semata - mata tugas pemerintah. Jadi pengelolaan sampah harus  ditangani ke pendekatan sumber sampah tersebut diatas. Pendekatan secara umum bisa dilakukan dengan prinsip 4 R yang bisa diterapkan dalam keseharian di lingkup terkecil, yakni :

E.       SAMPAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN KESEHATAN
1.    Pekerja-pekerja sampah
Perbandingan kesehatan dan kematian antara pekerja-pekerja yang bergumul dengan smpah den pekerja-pekerja lainnya adalah sama. Jadi, secara langsung sampah tidak membahayakan kesehatan jasmaniah.
2.    Keindahan
Bila di sekitar kita ada timbunan sampah apalagi yang sudah lama tertimbun, maka keindahan di tempat tersebut akan lenyap dan rasa tak sedap dipandang oleh mata. Karena iru janganlah ada timbunan sampah. Sampah yang lama tertimbun mengeluarkan gas racun dan bau busuk. Mungkin banyak sisa-sisa daging dan ini membahayakan lingkungan.
3.    Lalat dan Tikus, serta Binatang-Binatang lainnya
Di tempat sampah akan terdapat banyak lalat, selain mencari makan, lalat ini akan bertelur pula. Kita ketahui lalat adalah salah satu vekor penyebar penyakit-penyakit perut. Tikus gemar sekali bersarang di tempat-tempat timbunan sampah, apalagi sampah yang tak pernah diangkut. Tikus juga mencari makan di tempat sampah dan sekaligus tikus penyebar penyakit Pes. Ayam, kucing, anjing, dan lain-lain, kerap mendatangi tempat sampah untuk mencari makan. Sampah jadi berserakan yang dapat memuakkan pandangan.
                                                           BAB III
PEMBAHASAN

3.1     Cara Mengurangi Pencemaran Lingkungan di Tempat Wisata Alam
          Masalah Sampah ditempat wiasata alam terutama dalam pendakian menjadi alasan klasik yang sulit diatasi. Jumlah pendaki yang semakin meningkat justru menambah jumlah sampah yang berada digunung. Sampah yang dihasilkan oleh pendaki rata-rata adalah sampah non organik atau sampah plastik yang sulit di urai oleh tanah contoh salah satu contoh gunung yang mulai terkena pencemaran oleh sampah adalah semeru tepatnya di danau ranukumbolo, banyak sampah yang ditinggalkan berserakan dimana bahkan ada yang membuangnya di sumber mata air danau ranukumbolo, tidak saja membuang sampah tapi banyak pendaki yang menggunakan danau ranu kumbolo sebagai tempat MCK tentu saja fenomena itu tidak dianjurkan sama sekali karena ranu kumbolo merupakan sumber air minum untuk para pendaki terutama satwa liar yang ada di semeru, bayangkan apa yang akan terjadi apabila danau ranu kumbolo sudah tercemar oleh sampah dan limbah. Data balai taman nasional bromo tengger semeru menunjukan setiap pengunjung membuang sekitar 0,5 kg sampah di gunung semeru, padahal setiap hari gunung semeru dikunjungi 200 hingga 500 pendaki. Artinya di gunung semeru ada sekitar 250 kg sampah per hari menurut humas balai besar taman nasional bromo tengger semeru.
Beberapa solusi pernah diluncurkan untuk mengatasi permasalah sampah tersebut. Diantaranya adalah mengecek perbekalan tim sebelum mendaki kemudian memeriksanya kembali ketika turun namun cara ini tidak efektif karena kurangnya pegawai pemeriksaan di taman nasional yang tidak sebanding dengan jumlah pendaki yang melakukan pendakian.
            Kedua membatasi kuota pendakian setiap gunung setiap harinya, cara ini sedikit efektif namun tetap saja masih banyak sampah yang berserakan di area pendakian karena kurangnya pengawasan dari petugas taman nasional. Kuota pendakian juga masih terlalu banyak lebih dari anggka 100 pendaki perharinya, belum lagi ada pendaki liar yang membuka jalur pendakian sendiri .
            Membuat tempat sampah yang berada disetiap jalur pendakian, namun cara ini tidak efektif karena tempat sampah yang ada tidak cukup menampung sampah pendaki tentunya malah membuat pendaki membuang sampah diatas gunung. serta minimnya petugas taman nasional yang mengangkut sampah pendaki.
Menurut saya sendiri seharusnya setiap pendakian harus di dampingi oleh guide atau porter yang berpengalaman yang disediakan oleh taman nasional, guide atau porter ini selain membantu untuk penunjuk jalan dan membawa perbekalan pendaki tetapi berguna juga untuk mengontrol dan mengawasi setiap sampah yang dihasilkan oleh pendaki terutama untuk pendakian massal.
            Menaikan biaya simaksi pendakian, memang pendakian gunung-gunung di Indonesia ini terbilang sangat murah kecuali untuk pendakian cartenz pyramid yang membutuhkan peralatan yang berbeda. Mendaki gunung menjadi alternative liburan bagi wisatawan ketika hari libur telah tiba.
            Terpenting adalah tanggung jawab akan sampah yang dibawanya dan sadar untuk tidak membuang sampah dimanapun berada, karena yang harus membawa sampah turun dari gunung adalah mereka yang membawanya naik. Tanpa sadar akan tanggung jawab saya rasa apapun langkah yang dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan karena sampah adalah mustahil.
           

DAFTAR PUSTAKA

Soekidjo Notoatmodjo, Prof. Dr : Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Prinsip-Prinsip Dasar, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 1997.

Daroyni, S. Longsornya TPA Bantar Gebang, Buruknya Manajemen Sampah, DKI Jakarta, Rakyat Selalu Dikorbankan, 2006 .         http://www..walhi.or.id/kampanye/cemar/sampah/060908_smph-dki-jkt_sp/

Trihadiningrum, Y. dkk, Program Pelatihan Sistem Pengelolaan Sampah. Makalah Pelatihan. Jurusan Teknik Lingkungan ITS. Surabaya. 2002.