1. Definisi profesionalisme dan cirri-cirinya
Profesionalisme (profésionalisme)
ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan
lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh
seorang profesional.[1] Profesionalisme berasal daripada
profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk
menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku,
kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional. (Longman, 1987). Sumber
Wikipedia
Berikut
ini ciri-ciri profesional
Adapun
ciri ciri dari profesional yang diantaranya sebagaimana di bagian bawah ini:
- Yang pertama, Memiliki
kemampuan dan pengetahuan yang tinggi.
- Yang kedua, Memiliki kode etik.
- Yang ketiga, Memiliki tanggung
jawab profesi serta integritas yang tinggi.
- Yang keempat, Memiliki jiwa
pengabdian kepada masyarakat.
- Yang kelima, Memiliki kemampuan
yang baik dalam perencanaan program kerja.
- Yang kelima, Menjadi anggota
organisasi dari profesinya.
Demikian
tulisan yang membahas mengenai pengertian profesional dan ciri-cirinya, semoga
artikel ini dapat memberikan manfaat yang banyak untuk yang telah membacanya.
2. Sebutkan beberapa profesi yang
terkait dalam bidang teknik industri?
Teknik industri adalah cabang dari
ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan
evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi,
dan proses.
DI ITB dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, ilmu
Teknik Industri diklasifikasikan ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem
Manufaktur, Manajemen Industri, dan Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.
A. Sistem
Manufaktur
Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan
pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas, produktifitas, dan
efisiansi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi,
dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian,
pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek
manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam
Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan
Pengendalian Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik,
dan Ergonomi.
B. Manajemen
Industri
Bidang keahlian Manajemen Industri adalah bidang keahlian
yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan
nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada
keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis.
Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain
adalah Manajemen Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen
Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keputusan dan Ekonomi
Teknik.
C. Sistem
Industri dan Tekno Ekonomi
Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi adalah
bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan
daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi,
informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas
bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam
Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri,
Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operasional Research, dan Sistem Basis
Data
Teknik Mesin atau teknik
mekanik adalah ilmu teknik mengenai aplikasi dari prinsip fisika untuk analisa,
desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik. Ilmu ini membutuhkan
pengertian mendalam atas konsep utama dari cabang ilmu mekanik,
kinematik, termodinamik dan energi. Ahli atau pakar dari teknik mesin
biasanya disebut sebagai insinyur (teknik mesin), yang memanfaatkan pengertian
atas ilmu teknik ini dalam mendesain dan menganalisa pembuatan kendaraan,
pesawat, pabrik industri, peralatan dan mesin industri dan lain sebagainya.
Untuk itu teknik mesin ini dapat dibagi – bagi dalam beberapa bagian yaitu :
v Perancangan
Mekanik dan Konstruksi
v Proses
Manufaktur dan Sistem Produksi
v Konversi
energy
v
Ilmu Bahan / Metalurgi
Maka dapat disimpulkan dari
keterangan di atas, bahwa contoh profesi dari Profesi Teknik mesin dapat berupa
Profesi dari keahlian dari masing – masing bagian dari teknik mesin diatas.
Contoh profesi teknik mesin dalam bidang konstruksi, yaitu dapat berupa
konstruksi mesin sebuah kendaraan. Contoh lain dalam Negara kita yaitu Bapak
Habibie merupakan insinyur penerbangan yang dimana keahliannya dapat membuat
pesawat.
Dari dua jenis bidang keahlian tersebut dapat
dibedakan untuk profesi lebih baik ke bidang industri karna bidang industri
bias berbagai macam dan bias termasuk ke bidang teknik mesin pula.
Sumber :
3. Etika
dalam bidang profesi?
Etika didefinisikan sebagai “the
discpline which can act as the performance index or reference for our control
system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar
yang akan mengatur pergaulanmanusia di dalam kelompok sosialnya. Dengan
demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”,
karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan
kelompok sosial (profesi) itu sendiri. Menurut De George profesi adalah
pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup
dan yang mengandalkan suatu keahlian.
Etika Profesi adalah suatu tindakan
refleksi atau self control dalam pekerjaan yang dilakukan untuk kepentingan
sosial atau sendiri dalam suatu bidang keahlain tertentu. 3Etika profesi
sangat penting dalam bidang keteknikan dikarenakan suatu profesi harus
mempunyai tanggung jawab, keadilan, dan otonomi. Tanggung jawab terhadap
pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasil, serta terhadap dampak dari
profesi tersebut untuk kehidupan orang lain. Keadilan disini menuntut suatu
profesi memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Otonomi dalam
etika profesi dimaksudkan agar setiap profesional memiliki dan di beri
kebebasan dalam menjalankan profesinya. Apabila profesi keteknikan dilakukan
tanpa etika maka akan berakibat fatal terhadap intuisinya, orang-orang yang
bekerja dalam suatu intuisi tersebut, masyarakat luas, serta akan berakibat
fatal terhadap lingkungan. Profesi dalam bidang keteknikan harus dilakukan
dengan kesadaran penuh terhadap pengabdian kepada masyarakat.
Etika secara etimologi berasal dari
bahasa Yunani, yaitu “Ethos” yang memiliki arti watak kesusilaan atau
adat. Para ahli mengatakan bahwa etika adalah aturan perilaku, adat
kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya, serta menegaskan mana yang
benar dan mana yang buruk. Etika sendiri digunakan untuk menilai apakah
tindakan yang telah dikerjakan itu salah atau benar, buruk atau baik. Tujuan
etika sendiri untuk mendapatkan konsep mengenai penilaian baik buruk manusia
sesuai dengan norma-norma yang berlaku.Adapun bebarapa contoh karakter-karakter
tidak ber-etika dalam kehidupan sehari sebagai berikut:
1.
Melakukan
suatu kegaduhan yang mengganggu, seperti suara radio atau TV, atau mengganggu
mereka dengan melempari halaman orang lain dengan kotoran, atau menutup jalan
orang lain.
2.
Mencari-cari
kesalahan/kekeliruan orang lain dan bahagia bila orang lain keliru, bahkan
seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan orang lain.
3.
Mengunjing
(meghibah) dan mengadu domba orang lain.
4.
Memonopoli
pembicaraan, tidak memberikan orang lain kesempatan berbicara.
5.
Perkataan
kasar, keras, dan ucapan yang menyakitkan perasaan dan mencari-cari kesalahan
pembicaraan orang lain dan kekeliruannya, karena hal tersebut dapat mengundang
kebencian, permusuhan dan pertentangan.
Peranan Etika Profesi dalam Bidang Teknik Industri
Suatu penguasaan pengetahuan di bidang tertentu disebut
juga kepakaran. Ada juga yang mengatakan bahwa kepakaran merupakan pemahaman
yang luas dari tugas atau pengetahuan spesifik yang diperoleh dari pelatihan,
membaca dan pengalaman. Sedangkan kepakaran seorang sarjana teknik
industri dapat dikatakan sebagai keahlian khusus (kompetensi) yang harus
dimiliki seorang sarjana teknik industri. Seorang professional teknik industri
seringkali membanggakan kompetensinya dalam berbagai hal mulai dari proses
perancangan produk, perancangan tata-cara kerja sampai dengan mengembangkan
konsep-konsep strategis untuk mengembangkan kinerja industri.
Pada dasarnya, ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam
tiga bidang keahlian, yaitu :
1.
Sistem
Manufaktur. Bidang ini memanfaatkan pendekatan Teknik Industri untuk
peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral (manusia,
mesin, material, energi, dan informasi) melalui proses perancangan,
perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan
menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya.
2.
Bidang
keahlian Manajemen Industri. Bidang ini cenderung bergerak ke arah
persoalan-persoalan yang bersifat makro dan strategis. Persoalan yang dihadapi
seringkali sudah tidak ada lagi bersangkut-paut dengan problem yang timbul di
lini produksi (sistem produksi) ataupun manajemen produksi/industri; melainkan
sudah beranjak ke persoalan diluar dinding-dinding pabrik.
3.
Bidang
keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi. Bidang ini memanfaatkan pendekatan
Teknik Industri untuk meningkatkan daya saing sistem integral (tenaga kerja,
bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur) yang berinteraksi
dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah.
Etika menjadi atribut pembeda yang membedakan antara manusia
dengan mahluk hidup yang lainnya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang
memiliki sebuah derajat yang tinggi di dunia ini, salah satunya karena adanya
etika. Berikut ini adalah salah satu contoh etika yang telah disepakati oleh
suatu organisasi yaitu tentang kode etik seorang sarjana Teknik Industri dan
Manajemen Industri. Semoga menjadi contoh untuk kita semua.
Untuk lebih menghayati Kode Etik Profesi Sarjana Teknik
Industri dan Manajemen Industri Indonesia dalam operasionalisasi sesuai bidang
masing-masing, dan sadar sepenuhnya akan tanggung jawab sebagai warga negara
maupun sebagai sarjana, akan panggilan pertumbuhan dan pengembangan pembangunan
di Indonesia maka kami Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri
bersepakat untuk lebih mempertinggi pengabdian kepada Bangsa, Negara dan
Masyarakat. Selaras dengan dasar negara yaitu “PANCASILA” maka disusunlah kode
etik profesi berikut ini yang harus dipegang dengan keyakinan bahwa penyimpangan
darinya merupakan pencemaran kehormatan dan martabat Sarjana Teknik dan
Manajemen Industri Indonesia.
PASAL 1:
Dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya Sarjana
Teknik Industri dan Manajemen Industri akan selalu mengerahkan segala kemampuan
dan pengalamannya untuk selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik didalam
keluhuran budi dan kemanfaatan masyarakat luas secara bertanggung jawab.
PASAL 2:
Dalam melaksanakan tugas yang melibatkan disiplin dan
pengetahuan lain, Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Indutstri akan
senatiasa menghormati dan menghargai keterlibatan mereka, dan akan selalu
mendayagunakan disiplin Teknik Indutri dan Manajemen Industri akan dapat lebih
dioptimalkan dalam upaya mencapai hasil terbaik.
PASAL 3:
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bertanggung
jawab atas pengembangan keilmuan dan penerapannya dimasyarakat, dan akan selalu
berupaya agar tercapai kondisi yang efisien dan optimal dalam segenap upaya
bagi perbaikan dalam pembangunan dan pemeliharaan sistem.
PASAL 4:
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri mempunyai
rasa tanggung jawab yang tinggi dan di dalam melaksanakan tugasnya tidak akan
melakukan perbuatan tidak jujur, mencemarkan atau merugikan sesama rekan
sekerja.
PASAL 5:
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri akan selalu
bersikap dan bertindak bijaksana terhadap sesama rekannya dan terutama kepada
rekan mudanya; selalu mengusahakan kemajuan untuk meningkatkan kemampuan dan
kecakapan, bagi dirinya pribadi, bagi masyarakat maupun bagi pengebangan Teknik
Industri dan Manajemen Industri di Indonesia
Bidang keahlian teknik industry pada Sistem Manufaktur
terdiri dari Production Engineer/Officer/Manager, Facility Layout and Plant
Designer, Product Design and Development, PPIC Officer/Manager, Maintenance
Office/Manager. Bidang keahlian Manajemen Industri terdiri dari Business
Excellence Team, Standard and Procedure Development Officer, Marketing Manager,
QA (Quality Assurance) Officer/Director, Process Planner, Operations Staff
until Directors. Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi terdiri dari
Plant Energy Manager, Building/Facility Energy Manager, Utility Energy Auditor,
Utility Energy Analyst, Consulting Energy Engineer/Manager, DSM
Auditor/Manager.
Dengan jobdesknya sebagai berikut:
1.
Manajemen
produksi (Production Engineer/Officer/Manager) adalah salah satu cabang
manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah
kegunaan suatu barang dan jasa. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat
keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan
agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang
berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau
perusahaan.
2.
Facility
Layout and Plant Designer merupakan salah satu bidang keahlian teknik industri
yang tugasnya merancang dan memperbaiki layout baik dari pabrik maupun
stasiun kerja, bagaimana susunan dan urutan fasilitas kerja terbaik sehingga
aliran barang atau proses bisa berjalan dengan tanpa hambatan atau
berbelit-belit sehingga memakan waktu yang berharga. Facility Layout and Plant
Designer memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu dapat menyimpan rahasia
kekurangan dan kelebihan fasilitas yang dimiliki perusahaan tersebut, tidak
menyalahgunakan fasilitas yang akan dirancangnya, memperbaiki layout seefisien
mungkin dengan dana yang tidak disalahgunakan.
3.
Product
Design and Development (Desain dan Pengembangan Produk) merupakan bidang
keahlian teknik industri yang tugasnya merancang dan membuat inovasi suatu
produk yang akan diproduksi, memilih material yang cocok digunakan untuk produk
yang akan dibuat. Produk bukan hanya terus dirancang sepanjang perusahaan terus
berdiri, tetapi juga membuat rancangan produk baru untuk bersaing dengan
competitor yang lain agar tidak gulung tikar dan memikat masyarakat. Product
Design and Development memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu menjaga
rahasia perusahaan mengenai inovasi produk yang belum diluncurkan, tidak
membocorkan rahasia perusahaan yang menjadi tolok ukur kemajuan perusahaan.
4.
PPIC
Officer/Manager memiliki tugas dalam penyusunan jadwal produksi
dan pengadaan/pembelian dari setiap seluruh fasilitas produksi serta bagaimana
menyimpannya, untuk memastikan bebas hambatannya proses produksi, tentunya
harus memperhatikan bahwa semua material utama dan pendukung harus tersedia
ketika produksi dilakukan. PPIC Officer/Manager memiliki kode etik dalam
bekerjanya, yaitu menggunakan dana untuk pengadaan material sebaik mungkin
dengan tidak menyalahgunakannya, tidak membocorkan rahasia dari proses produksi
yang dilakukan.
5.
Maintenance
Office/Manager memiliki tugas menjaga tingkat operasi dari setiap
sumber daya (mesin, peralatan dsb) dalam kondisi optimal melalui manajemen
pemeliharaan. Maintenance Office/Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya,
yaitu membuat jadwal pemeliharaan mesin, peralatan dsb dengan dana yang telah
ditentukan, tidak membocorkan rahasia perusahaan mengenai peralatan apa saja
yang di-maintenance secara berkala .
6.
Business
Excellence Team memiliki tugas sebagai pemimpin yang membangun sebuah tim kerja
yang hebat (bagus), bagaimana membangun tim dengan kerjasama yang baik yang
dapat membantu kelancaran proyek tersebut dilaksanakan. Karena dengan
adanya Tim Hebat (Super Team), dapat mencapai kesuksesan. Sebagai seorang
pimpinan, harus membangun sebuah tim yang hebat agar kesuksesan bisa diraih
dengan hasil optimal dan tepat waktu. Business Excellence Team memiliki kode
etik dalam bekerjanya, yaitu tidak berbicara yang dapat menyinggung rekan satu
tim agar selalu terjalin kekompakan, menjaga rahasia masing-masing tim dan
menghormatinya sebagai manusia yang tidak luput dari kekurangan, mencari
kelebihan masing-masing tim dan menggunakannya secara bijaksana dalam rangka
memajukan dan meraih kesuksesan.
7.
Standard
and Procedure Development Officer memiliki tugas mengevaluasi standar
waktu kerja dan merancang cara kerja manual terbaik. Membuat bagaimana seluruh sistem
kerja berjalan dengan sebagaimana mestinya sesuai dengan tugas yang
seharusnya. Standard and Procedure Development Officer memiliki kode etik
dalam bekerjanya, yaitu tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan,
mengetahui kelebihan dan kekurangan pekerja dan menghormatinya dengan tidak
memanfaatkan kekurangan masing-masing pekerja.
8.
Marketing
Manager memiliki tugas bertanggung jawab terhadap manajemen bagian
pemasaran, bertanggung-jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan penggunaan
dana promosi. Selain itu, manajer pemasaran juga bertugas sebagai koordinator
manajer produk dan manajer penjualan, membina bagian pemasaran serta membimbing
seluruh karyawan dibagian pemasaran, membuat laporan pemasaran kepada
direksi. Marketing Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu
berkata sejujur mungkin kepada konsumen dengan tidak dibuat-buat, menarik
perhatian konsumen dengan cara yang tidak curang, tidak memaksa konsumen agar
harus tertarik dengan produknya, menjaga rahasia perusahaan mengenai kekurangan
produk tersebut.
9.
QA
(Quality Assurance) Officer/Director memiliki tugas menjamin mutu
produk yang berasal dari mutu proses yang baik. Kualitas produk merupakan
hal yang paling penting, karena konsumen memiliki kebutuhan yang tinggi akan
kualitas produks yang baik. QA (Quality Assurance) Officer/Director memiliki
kode etik dalam bekerjanya, yaitu menjaga rahasia perusahaan mengenai
peningkatan kualitas produk yang merupakan salah satu rahasia yang paling
penting yang membedakan dengan kompetitor lainnya.
10. Process Planner memiliki tugas
mejadwalkan produksi setiap mesin didekorasi, membuat material request (MR) dan
manufacturing order (MO), memantau output produksi harian didekorasi, serta
menghitung efesiensi produksi. Process Planner memiliki kode etik dalam
bekerjanya, yaitu memesan material kepada supplier sesuai dengan yang telah
dijadwalkan.
11. Operations Staff until
Directors memiliki tugas memastikan jalannya produksi dan operasi secara
efisien dan efektif hingga mendapatkan sebuah sistem produksi atau operasi yang
terbaik (excellence). Operations Staff until Directors memiliki kode etik dalam
bekerjanya, yaitu dapat menyimpan rahasia kekurangan dan kelebihan fasilitas
yang dimiliki perusahaan tersebut, tidak menyalahgunakan fasilitas yang akan
dirancangnya, memperbaiki layout seefisien mungkin dengan dana yang tidak
disalahgunakan.
12. Plant Energy Manager memiliki
tugas melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja/ Preparation and
selection, pengembangan dan evaluasi karyawan / development and evaluation,
Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / compensation and protection.
Plant Energy Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu menyeleksi
tenaga kerja sesuai denga keahlian dibidangnya dengan tidak membocorkan
kekurangan dari pekerja tersebut pada saat bekerja, memberikan pertanyaan
sejujur mungkin kepada calon pegawai dan tidak memojokkan calon pegawai jika
tidak memenuhi spesifikasi pegawai yang dibutuhkan.
13. Building/Facility Energy Manager
memiliki tugas membuat perencanaan keseluruhan proyek, pengerahan (mobilisasi)
sumber daya, pengerahan (menggerakkan) partisipasi masyarakat, pengganggaran,
pelaksanaan pembangunan yang ditangani langsung oleh pemerintah, koordinasi,
pemantauan dan evaluasi, serta melakukan pengawasan. Building/Facility Energy
Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu menggunakan sebaik mungkin
dana yang telah diberikan untuk pembangunan proyek tersebut, berkata dengan
sebaik mungkin kepada pemerintah dengan tidak mengada-ada misalnya penambahan
dana pembangunan.
14. Utility Energy Auditor memiliki
tugas menghitung audit energi yang digunakan untuk proyek atau produksi. Energi
dihitung untuk mengetahui banyaknya energi yang telah digunakan untuk dilakukan
perbaikan selanjutnya agar dapat digunakan lebih efisien dari sebelumnya.
Utility Energy Auditor memiliki kode etik dalam bekerjanya, yaitu berkata jujur
kepada pemilik perusahaan jika energi yang digunakan melebihi batas yang telah
ditentukan, melakukan audit dengan sejujur mungkin dan tidak memojokkan suatu bagian
dari perusahaan jika terdapat kejanggalan mengenai energi yang telah digunakan.
15. Utility Energy Analyst memiliki
tugas menganalisis energi yang digunakan dalam proses produksi (proyek),
merencanakan ulang energi yang akan digunakan selanjutnya untuk proyek
selanjutnya secara efisien. Utility Energy Analyst memiliki kode etik dalam
bekerjanya, yaitu memberikan hasil analisis penggunaan energy secara jujur
kepada perusahaan, tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan
sebagai utility energy analyst. Menjaga sebaik mungkin rahasia perusahaan
kepada pihak lai yang tidak bersangkutan.
16. Consulting Energy Engineer/Manager
memiliki tugas membantu manajemen konstruksi, mulai dari perizinan,
pembangunan, penyerahan/pra operasional, operasional/memanage building, dan
juga marketing. Consulting Energy Engineer/Manager memiliki kode etik
dalam bekerjanya, yaitu berkata sejujur mungkin mengenai apa yang harus
dilakukan bagi perusahaan dalam menjalankan proyeknya, tidak menjerumuskan
kliennya kepada tindakan-tindakan yang tidak seharusnya dilakukan, membimbing
dan member masukan sebaik mungkin agar proyek yang ditanganinya dapat berhasil
dan sukses, tidak membocorkan rahasia kliennya kepada pihak lain yang tidak
bersangkutan.
17. DSM Auditor/Manager memiliki tugas meliputi
perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan yang digunakan oleh perusahaan listrik
untuk mempengaruhi pelanggan tentang waktu dan intensitas penggunaan energi
listrik sedemikian rupa sehingga dapat merubah kurva beban sesuai dengan dari
sisi pasokan perusahaan sehingga saling menguntungkan antara pelanggan dan
perusahaan listrik. DSM Auditor/Manager memiliki kode etik dalam bekerjanya,
yaitu berkata jujur kepada pemilik perusahaan dan tidak memperngaruhi konsumen
melalui jalan negative sehingga konsumen tidak lagi mempercayai perusahaan
tersebut. Membuat laporan se-transparan mungkin agar tidak terjadi hal yang
tidak diinginkan dengan menyalahgunakan laporan yang akan dibuatnya.
Referensi