Kamis, 17 Desember 2015

PROPOSAL PI

PROPOSAL KERJA PRAKTEK
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI



PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI   
PT KRAKATAU STEL

Nama               : Gandhang Anom Widakdo
NPM               : 33413645
Jurusan            : Teknik Industri
Pembimbing    : -




Proposal Kerja Praktek

CILEGON
2016

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA



PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI BAJA
 PT KRAKATAU STEEL

PROPOSAL PENULISAN ILMIAH

Sebagai salah satu syarat untuk melaksanakan kerja praktek pada
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri,
Universitas Gunadarma



Oleh:
GANDHANG ANOM WIDAKDO
33413645



Depok, Februari 2016

Disetujui oleh:
Dosen Pembimbing






(                                )

BAB I
PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang
Kualitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan. Kualitas berkaitan erat dengan kepuasan konsumen akan produk yang diproduksi oleh perusahaan. Kualitas dapat dikatakan sebagai kata kunci dalam persaingan industri. Setiap industri yang ingin memenangkan persaingan harus memberi perhatian lebih terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas suatu produk sehingga dapat menyebabkan permasalahan dalam proses produksi. Permasalahan yang terjadi dalam proses produksi akan berakibat pada produk yang dihasilkan mengalami cacat dan tidak sesuai dengan standar produk yang ditetapkan oleh perusahaan sehingga mengakibatkan kualitas produk tersebut menjadi menurun. Pengendalian kualitas sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk dan menjaga agar produk yang diproduksi berada pada standar produk yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Selain itu pengendalian kualitas juga berdampak pada internal perusahaan, apabila kecacatan produk dapat diminimalisasikan maka biaya produksi yang dikeluarkan dapat lebih rendah.
Pengendalian kualitas merupakan teknik yang sangat bermanfaat agar suatu perusahaan dapat mengetahui kualitas produk sebelum dipasarkan. Pengendalian kualitas merupakan aktifitas pengendalian proses untuk mengukur ciri-ciri kualitas produk, membandingkan dengan spesifikasi atau persyaratan, dan mengambil tindakan penyehatan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dan yang standar. Tujuan dari pengendalian kualitas adalah untuk mengendalikan kualitas produk atau jasa yang dapat memuaskan konsumen (Purnomo, 2004).
PT Krakatau Steel merupakan salah satu perusahaan besar yang bergerak dibidang industri yang memproduksi produk baja. PT Krakatau Steel telah memiliki kemampuan teknis yang tinggi dan sudah diakui menurut standar internasional sejak lama.tahun 1973 perseroan sudah mendapatkan sertifikat ASTM A252 dan AWWA C200, serta pada 1977 memperoleh sertifikat API 5L untuk produksi pipa spiral.Sertifikat ISO 9001 dan ditingkatkan menjadi ISO 9001:2000 pada 2003. Sementara itu, SGS internasional meberi sertifikat ISO 14001 pada 1997. yang merupakan standar terhadap mutu dan kualitas produk yang dihasilkan. Guna menjaga kualitas produk yang dihasilkan, PT Krakatau Steel dituntut untuk melakukan pengendalian kualitas secara berkala sehingga kualitas yang diinginkan konsumen dapat tercapai. Penelitian yang akan dilakukan untuk membuat penulisan ilmiah yaitu dengan melakukan pengamatan mengenai pengendalian kualitas terhadap produk baja yang dihasilkan oleh PT Krakatau Steel. Pengamatan yang dilakukan dengan pengujian dari setiap sampel produk aluminium tersebut yaitu untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan sudah sesuai standar yang ditentukan oleh perusahaan.

1.2       Rumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penulisan ilmiah pada PT Krakatau Steel adalah bagaimana proses pengendalian kualitas yang diterapkan terhadap produk baja PT Krakatau Steel.

1.3`      Tujuan Kerja Praktek
Kerja praktek mengenai pengendalian kualitas di PT Krakatau Steel memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuan pelaksanaan kerja praktek ini adalah sebagai berikut:
1.        Mengetahui dan mempelajari proses produksi pada PT Krakatau Steel.
2.        Mengetahui dan mempelajari proses pengendalian kuaitas terhadap produk yang dihasilkan pada PT Krakatau Steel.
3.        Mengetahui produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.



1.4       Ruang Lingkup
            Kerja praktek yang dilakukan terdapan hal yang membatasi ruang lingkupnya. Adapun batasan ruang lingkup kerja praktek sebagai berikut.
1.        Kerja praktek hanya dilakukan di PT Krakatau Steel (persero) Tbk Main Office Jl. Industri No.5 P.O Box 14. Cilegon Banten 42435. Indonesia.
2.        Produk yang diamati hanya produk x.
3.        Data yang diambil hanya bagian produksi dan pengendalian kualitas.
4.        Kegiatan yang diamati hanya proses produksi dan proses pengendalian kualitas produk x PT Krakatau Steel.
5.        Waktu pengambilan data dilakukan pada bulan Februari 2016.



























BAB II
STUDI PUSTAKA


2.1              Definisi Kualitas
                        Kualitas adalah derajat atau tingkat dimana produk atau jasa tersebut mampu memuaskan keinginan dari konsumen. Faktor utama yang menentukan kinerja suatu perusahaan adalah kualitas barang atau jasa yang dihasilkan. Produk dan jasa yang berkualitas adalah produk dan jasa yang sesuai dengan apa yang diinginkan konsumennya. Kualitas produk atau jasa akan dapat diwujudkan apabila orientasi seluruh kegiantan perusahaan atau organisasi tersebut berorientasi pada kepuasan pelanggan. Kualitas pada industri manufaktur selain menekankan pada produk yang dihasilkan, juga perlu diperhatikan kualitas pada proses produksi. Kegiatan pengendalian kualitas pun tidak hanya meliputi penetapan standar produk atau proses dari pihak produsen, melainkan standar yang ditetapkan produsen harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan diharapkan oleh konsumen (Ariani, 2003).
Kualitas menjadi faktor dasar keputusan konsumen untuk mendapatkan suatu produk, karena konsumen akan memutuskan untuk membeli suatu produk dari perusahaan tertentu yang lebih berkualitas dari pada saingan-sainganya. Alasan-alasan mendasar pentingnya kualitas sebagai strategi bisnis adalah sebagai berikut (Purnomo, 2004):
1.        Meningkatkan kesadaran konsumen akan kualitas dan orientasi konsumen yang kuat akan penampilan kualitas.
2.        Kemampuan produk.
3.        Peningkatan tekanan biaya pada tenaga kerja,energi dan bahan baku.
4.        Persaingan yang semakin intensif.
5.        Kemajuan yang luar biasa dalam produktivitas melalui program keteknikkan kualitas yang efektif.


2.2              Faktor yang Mempengaruhi Mutu
Ada faktor-faktor yang mempengaruhi mutu suatu barang. Menurut Assauri (2008), mutu ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu (Assauri, 2008):
1.      Fungsi suatu barang
Suatu barang yang dihasilkan hendaknya memerhatikan fungsi untuk apa barang tersebut digunakan atau dimaksudkan, sehingga barang-barang yang dihasilkan harus dapat benar-benar memenuhi fungsi tersebut.
2.      Wujud Luar
Salah satu faktor yang penting dan sering digunakan olah konsumen dalam melihat suatu barang pertama kalinya, untuk menentukan mutu barang tersebut adalah wujud luar barang itu.
3.      Biaya barang tersebut
Umumnya biaya dan harga suatu barang akan dapat menentukan mutu barang tersebut. Hal ini terlihat dari barang-barang yang mempunyai biaya mahal, dapat menunjukkan bahwa mutu barang tersebut relatif baik.

2.3              Dimensi Kualitas
            Dimensi ini digunakan untuk melihat dari sisi manakah kualitas akan dinilai. Ada beberapa dimensi kualitas untuk industri manufaktur dan jasa. Berikut akan dijelaskan pada tabel dibawah ini (Ariani, 2003).





Tabel 2.1 Dimensi Kualitas
Dimensi
Keterangan
Performance
kesesuaian produk dengan fungsi utama produk sendiri atau karakteristik operasi dari suatu produk.
Feature
ciri khas produk yang membedakan dari produk lain yang merupakan karakteristik pelengkap dan mampu menimbulkan kesan yang baik bagi pelanggan.
Reability
kepercayaan pelanggan terhadap produk karena kehandalannya atau karena kemungkinan kerusakan yang rendah.
Conformance
yaitu kesesuaian produk dengan syarat atau ukuran tertentu atau sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Durability
tingkat ketahanan produk atau lama umur produk.
Serviceability
kemudahan produk itu bila akan diperbaiki atau kemudahan memperoleh komponen produk tersebut.
Aesthetic
yaitu keindahan atau daya tarik produk tersebut.
Perception
fanatisme konsumen akan merek suatu produk tertentu karena citra atau reputasi produk itu sendiri.

2.4                Pengendalian Kualitas
Pengendalian kualitas adalah upaya dalam menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijakan perusahaan. tujuan pengendalian kualitas adalah supaya produk dapat berfungsi sesuai dengan apa yang diinginkan yang nantinya akan memberikan kepuasan konsumen, untuk mengetahui apakah segala sesuatunya berjalan sesuai dengan rencana yang ada, dan untuk mengetahui telah dijalankan secara efisien atau belum dan apakah mungkin didalam perbaikan (Assauri, 2008).
Pengendalian kualitas memerlukan pengertian dan perlu dilaksanakan oleh perancang, bagian inspeksi, bagian produksi sampai pendistribusian produk ke konsumen. Aktivitas pengendalian kualitas pada umumnya meliputi kegiatan-kegiatan berikut (Purnomo, 2004):
1.    Pengamatan terhadap performansi produk atau proses.
2.    Membandingkan performansi yang ditampilkan dengan standar yang berlaku.
3.    Mengambil tindakan-tindakan bila terdapat penyimpangan-penyimpangan yang cukup signifikan, dan jika perlu perlu dibuat tindakan-tindakan untuk mengoreksinya.
Pengendalian kualitas proses statistik (statistical process control) merupakan teknik  penyelesaian  masalah  yang  digunakan  sebagai  pemonitor,  pengendali, penganalsis, pengelola, dan memperbaiki proses menggunakan metode-metode statistik. Pengendalian proses statistik merupakan penerapan metode-metode statistik untuk pengukuran dan analisis variasi proses. Konsep terpenting dalam pengendalian proses statistik adalah pengendalian variasi proses, yang terdiri dari variasi umum dan variasi khusus, dengan menggunakan alat yang disebut peta kendali (control chart) (Ariani, 2003).
Pengendalian kualitas statistik merupakan alat manajemen secara ilmiah. Beberapa keuntungan jika digunakan pengendalian kualitas statistik adalah sebagai berikut (Purnomo, 2004).
1.    Perbandingan antara kualitas dan biaya
Dalam suatu bisnis perusahaan akan selalu berhubungan dengan persaingan. Salah satu cara untuk dapat memenangkan persaingan adalah mempertinggi mutu atau memperendah biaya, bahkan bila mungkin mempertinggi mutu diikuti dengan penurunan biaya. Pengendalian kualitas statistik menyajikan teknik untuk lebih mengerti akan adanya variasi dalam karakteristik kualitas dan menolong untuk secara langsung atau tidak langsung memperbaiki kualitas atau menurunkan biaya.
2.    Menjaga kualitas lebih seragam
Suatu proses produksi tidak akan dapat memproduksi yang persis sama dari barang yang dibuat, penyimpangan kualitas bagaimanapun kecilnya pasti terjadi. Selama variasi kualitas tidak menunjukkan gejala yang besar, maka proses produksi dikatakan cukup terkontrol secara statistik, atau dapat dikatakan produksi tidak dapat menunjukkan banyak variasi kualitas (uniform/seragam). Pengendalian kualitas akan menjaga keseragaman tersebut.
3.    Penyediaan bahan baku yang lebih baik
Pengendalian kualitas statistik akan membantu manajemen untuk menentukan penilaian sumber bahan baku. Penilaian sumber bahan baku ini akan sangat menentukan apabila biaya produksi sangat dipengaruhi oleh sumber bahan baku.



4.    Penggunaan alat produksi yang lebih efisien
Dalam suatu proses produksi sering digunakan beberapa mesin untuk memproduksi barang. Jika digunakan peta kontrol untuk setiap mesin, maka akan diketahui kondisi mesin tersebut apakah perlu diperbaiki atau tidak.
5.    Mengurangi kerja ulang atau pembuangan
Pengendalian kualitas statistik akan membantu proses supaya dapat berjalan lancar sesuai standar. Dengan demikian, barang yang diproduksi tidak banyak yang cacat dan sesuai dengan standar yang diharapkan
6.    Memperbaiki hubungan produsen – konsumen
Banyak industri pada saat ini menggunakan bahan baku dari hasil proses produksi industri lain. Bila terjadi hubungan demikian, maka hasil produksi industri yang akan menjadi masukan industri lain akan sangat mempengaruhi kualitas produksi. Apabila input, dalam hal ini hasil produk industri sebelumnya jelek maka produk yang dibuat oleh industri berikutnya akan cenderung jelek. Begitu sebaliknya jika input baik, maka industri berikutnya akan dengan mudah memproduksi barang yang baik. Dengan demikian, akan meningkatkan hubungan antara produsen dan konsumen
                                       








BAB III
METODOLOGI


3.1              Tata Laksana Kerja Praktek
3.1.1    Prosedur Kerja Praktek
Kerja praktek yang akan dilakukan memiliki beberapa prosedur yang bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan kerja praktek. Berikut ini adalah tahapan prosedur kerja praktek yang akan dilakukan.
1.        Pelaksanaan kerja praktek dibagi kedalam beberapa tahapan kegiatan, yaitu sebagai berikut:
a.       Pengarahan pelaksanaan kerja praktek oleh dosen pembimbing.
b.      Pelaksanaan kegiatan kerja praktek di lapangan.
c.       Pembuatan laporan kerja praktek beserta bimbingan.
2.        Pihak perusahaan memiliki wewenang penuh kepada mahasiswa untuk memberikan  pendidikan berupa pengetahuan aplikatif di dalam perusahaan pada proses pelaksanaan kerja praktek.
3.        Apabila kerja praktek di lapangan telah selesai, mahasiwa wajib membuat laporan kerja praktek yang dibimbing oleh dosen pembimng.

3.1.2    Lokasi dan Waktu Kerja Praktek
Kegiatan kerja praktek ini akan dilakukan pada bulan Februari 2016. Lokasi kerja praktek yang akan dilaksanakan adalah di PT Krakatau Steel (persero) Tbk Main Office Jl. Industri No.5 P.O Box 14. Cilegon Banten 42435. Indonesia.
3.1.3        Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan pada kerja praktek ini adalah sebagai berikut:

1.        Studi Lapangan
Studi lapangan yang dilakukan pada kerja praktek ini meliputi pengamatan, peninjauan dan mempelajari langsung proses produksi aluminium yang dihasilkan oleh PT Krakatau Steel (persero) Tbk Main Office Jl. Industri No.5 P.O Box 14. Cilegon Banten 42435. Indonesia.
Penulisan ilmiah ini tentunya membutuhkan data-data dari PT Krakatau Steel. Data yang dibutuhkan antara lain:
a.       Profil tentang PT Krakatau Steel.
b.      Proses produksi.
c.       Banyaknya produk yang dihasilkan dalam tiap bulan.
d.      Kendala yang terjadi dalam proses produksi.
e.       Pengendalian kualitas yang diterapkan PT Krakatau Steel.
f.       Jenis Prodak yang di produksi.
2.        Studi Pustaka
Studi pustaka yang dilakukan meliputi pengumpulan berbagai macam referensi dari buku dan sumber-sumber lainnya mengenai tema yang diambil.
           
3.2       Metode Pengolahan Data
            Metode pengolahan data dijelaskan kedalam bentuk diagram alir yang tersusun secara sistematis. Diagram alir pengolahan data menjelaskan tentang proses atau tahapan pengolahan mengenai keperluan laporan yang bersifat sistematis dan terencana. Berikut ini adalah tahapan pengolahan data.

Gambar 3.1 Diagram Alir Metode Pengolahan Data

3.3       Jadwal Kegiatan Kerja Praktek
            Kerja praktek yang dilakukan di PT Krakatau Steel dilakukan dalam kurun waktu satu bulan yang akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016. Adapun jadwal kegiatan kerja praktek yang dibuat pada Tabel 3.1 dibawah ini.
Tabel 3.1 Jadual Kegiatan Kerja Praktek
Kegiatan
Februari
M I
M II
M III
M IV
1.      Persiapan ke lapangan, pengenalan dengan staf dan karyawan, serta pengenalan lingkungan pabrik.




2.       Mempelajari gambaran umum perusahaan.




3.       Wawancara dan konsultasi dengan pihak terkait




4.       Mempelajari proses produksi dan melakukan pengumpulan data terkait




5.       Mempelajari pengendalian kualitas dan melakukan pengumpulan data terkait




6.       Menyusun penelitian yang telah dilakukan.





            DAFTAR PUSTAKA


Ariani, Dorothea Wahyu. 2003. Pengendalian Kualitas Statistik. Yogyakarta: Andi. Chodariyanti.
Assauri, Sofjan. 2008. Manajemen Produksi. Edisi Revisi.  Jakarta: FE UI.
Montgomery, Douglas C. 2001. Introduction to Statistical Quality Control 4th Edition. New York: John Wiley & Sons, Inc.
 Purnomo, Hari. 2004. Pengantar Teknik Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu.