PROPOSAL KERJA PRAKTEK
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI
PT KRAKATAU STEL
Nama : Gandhang Anom Widakdo
NPM : 33413645
Jurusan : Teknik Industri
Pembimbing : -
Proposal Kerja Praktek
CILEGON
2016
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI
BAJA
PT KRAKATAU STEEL
PROPOSAL
PENULISAN ILMIAH
Sebagai salah satu
syarat untuk melaksanakan kerja praktek pada
Jurusan
Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri,
Universitas
Gunadarma
Oleh:
GANDHANG ANOM WIDAKDO
33413645
Depok, Februari 2016
Disetujui
oleh:
Dosen Pembimbing
( )
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kualitas
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan. Kualitas berkaitan
erat dengan kepuasan konsumen akan produk yang diproduksi oleh perusahaan. Kualitas dapat dikatakan sebagai kata kunci dalam
persaingan industri. Setiap industri yang ingin memenangkan persaingan harus
memberi perhatian lebih terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas suatu produk
sehingga dapat menyebabkan permasalahan dalam proses produksi. Permasalahan
yang terjadi dalam proses produksi akan berakibat pada produk yang dihasilkan mengalami
cacat dan tidak sesuai dengan standar produk yang ditetapkan oleh perusahaan
sehingga mengakibatkan kualitas produk tersebut menjadi menurun. Pengendalian
kualitas sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk dan menjaga agar
produk yang diproduksi berada pada standar produk yang telah ditetapkan oleh
perusahaan. Selain itu pengendalian
kualitas juga berdampak pada internal perusahaan, apabila kecacatan produk
dapat diminimalisasikan maka biaya produksi yang dikeluarkan dapat lebih
rendah.
Pengendalian kualitas merupakan teknik yang sangat
bermanfaat agar suatu perusahaan dapat mengetahui kualitas produk sebelum
dipasarkan. Pengendalian kualitas merupakan aktifitas pengendalian
proses untuk mengukur ciri-ciri kualitas produk, membandingkan dengan
spesifikasi atau persyaratan, dan mengambil tindakan penyehatan yang sesuai
apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dan yang standar.
Tujuan dari pengendalian kualitas adalah untuk mengendalikan kualitas produk
atau jasa yang dapat memuaskan konsumen (Purnomo, 2004).
PT
Krakatau Steel merupakan salah satu perusahaan besar yang bergerak dibidang
industri yang memproduksi produk baja. PT Krakatau Steel telah memiliki
kemampuan teknis yang tinggi dan sudah diakui menurut standar internasional
sejak lama.tahun 1973 perseroan sudah mendapatkan sertifikat ASTM A252 dan AWWA
C200, serta pada 1977 memperoleh sertifikat API 5L untuk produksi pipa
spiral.Sertifikat ISO 9001 dan ditingkatkan menjadi ISO 9001:2000 pada 2003.
Sementara itu, SGS internasional meberi sertifikat ISO 14001 pada 1997. yang
merupakan standar terhadap mutu dan kualitas produk yang dihasilkan. Guna
menjaga kualitas produk yang dihasilkan, PT Krakatau Steel dituntut untuk
melakukan pengendalian kualitas secara berkala sehingga kualitas yang
diinginkan konsumen dapat tercapai. Penelitian yang
akan dilakukan untuk membuat penulisan ilmiah yaitu dengan melakukan pengamatan
mengenai pengendalian kualitas terhadap produk baja yang dihasilkan oleh PT Krakatau Steel. Pengamatan
yang dilakukan dengan pengujian dari setiap sampel produk aluminium tersebut yaitu untuk
mengetahui apakah produk yang dihasilkan sudah sesuai standar yang ditentukan
oleh perusahaan.
1.2 Rumusan
Masalah
Perumusan masalah dalam penulisan ilmiah pada PT Krakatau Steel
adalah bagaimana proses pengendalian kualitas yang diterapkan terhadap produk baja PT Krakatau Steel.
1.3` Tujuan
Kerja Praktek
Kerja
praktek mengenai pengendalian kualitas di PT Krakatau Steel memiliki beberapa
tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuan pelaksanaan kerja praktek ini adalah
sebagai berikut:
1.
Mengetahui dan
mempelajari proses produksi pada PT Krakatau Steel.
2.
Mengetahui dan
mempelajari proses pengendalian kuaitas terhadap produk yang dihasilkan pada PT
Krakatau Steel.
3.
Mengetahui produk
yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
1.4 Ruang Lingkup
Kerja praktek yang dilakukan
terdapan hal yang membatasi ruang lingkupnya. Adapun batasan ruang lingkup
kerja praktek sebagai berikut.
1.
Kerja praktek hanya
dilakukan di PT Krakatau Steel (persero) Tbk Main Office Jl. Industri No.5 P.O
Box 14. Cilegon Banten 42435. Indonesia.
2.
Produk yang diamati
hanya produk x.
3.
Data yang diambil
hanya bagian produksi dan pengendalian kualitas.
4.
Kegiatan yang
diamati hanya proses produksi dan proses pengendalian kualitas produk x PT Krakatau
Steel.
5.
Waktu pengambilan
data dilakukan pada bulan Februari 2016.
BAB II
STUDI PUSTAKA
2.1
Definisi Kualitas
Kualitas
adalah derajat atau tingkat dimana produk atau jasa tersebut mampu memuaskan
keinginan dari konsumen. Faktor utama yang menentukan kinerja suatu perusahaan
adalah kualitas barang atau jasa yang dihasilkan. Produk dan jasa yang
berkualitas adalah produk dan jasa yang sesuai dengan apa yang diinginkan
konsumennya. Kualitas produk atau jasa akan dapat diwujudkan apabila orientasi
seluruh kegiantan perusahaan atau organisasi tersebut berorientasi pada
kepuasan pelanggan. Kualitas pada industri manufaktur selain menekankan pada
produk yang dihasilkan, juga perlu diperhatikan kualitas pada proses produksi. Kegiatan
pengendalian kualitas pun tidak hanya meliputi penetapan standar produk atau
proses dari pihak produsen, melainkan standar yang ditetapkan produsen harus
sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan diharapkan oleh konsumen (Ariani,
2003).
Kualitas menjadi faktor dasar keputusan konsumen untuk
mendapatkan suatu produk, karena konsumen akan memutuskan untuk membeli suatu produk
dari perusahaan tertentu yang lebih berkualitas dari pada saingan-sainganya.
Alasan-alasan mendasar pentingnya kualitas sebagai strategi bisnis adalah
sebagai berikut (Purnomo, 2004):
1.
Meningkatkan
kesadaran konsumen akan kualitas dan orientasi konsumen yang kuat akan
penampilan kualitas.
2.
Kemampuan produk.
3.
Peningkatan tekanan
biaya pada tenaga kerja,energi dan bahan baku.
4.
Persaingan yang
semakin intensif.
5.
Kemajuan yang luar
biasa dalam produktivitas melalui program keteknikkan kualitas yang efektif.
2.2
Faktor yang Mempengaruhi Mutu
Ada faktor-faktor yang mempengaruhi mutu
suatu barang. Menurut Assauri (2008), mutu ditentukan oleh beberapa faktor,
yaitu (Assauri, 2008):
1.
Fungsi suatu barang
Suatu
barang yang dihasilkan hendaknya memerhatikan fungsi untuk apa barang tersebut
digunakan atau dimaksudkan, sehingga barang-barang yang dihasilkan harus dapat
benar-benar memenuhi fungsi tersebut.
2.
Wujud Luar
Salah
satu faktor yang penting dan sering digunakan olah konsumen dalam melihat suatu
barang pertama kalinya, untuk menentukan mutu barang tersebut adalah wujud luar
barang itu.
3.
Biaya barang tersebut
Umumnya
biaya dan harga suatu barang akan dapat menentukan mutu barang tersebut. Hal
ini terlihat dari barang-barang yang mempunyai biaya mahal, dapat menunjukkan
bahwa mutu barang tersebut relatif baik.
2.3
Dimensi Kualitas
Dimensi
ini digunakan untuk melihat dari sisi manakah kualitas akan dinilai. Ada
beberapa dimensi kualitas untuk industri manufaktur dan jasa. Berikut akan
dijelaskan pada tabel dibawah ini (Ariani, 2003).
Tabel 2.1 Dimensi Kualitas
|
Dimensi
|
Keterangan
|
|
Performance
|
kesesuaian
produk dengan fungsi utama produk sendiri atau karakteristik operasi dari
suatu produk.
|
|
Feature
|
ciri
khas produk yang membedakan dari produk lain yang merupakan karakteristik
pelengkap dan mampu menimbulkan kesan yang baik bagi pelanggan.
|
|
Reability
|
kepercayaan
pelanggan terhadap produk karena kehandalannya atau karena kemungkinan
kerusakan yang rendah.
|
|
Conformance
|
yaitu kesesuaian produk dengan syarat atau ukuran
tertentu atau sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar
yang telah ditetapkan.
|
|
Durability
|
tingkat
ketahanan produk atau lama umur produk.
|
|
Serviceability
|
kemudahan
produk itu bila akan diperbaiki atau kemudahan memperoleh komponen produk
tersebut.
|
|
Aesthetic
|
yaitu
keindahan atau daya tarik produk tersebut.
|
|
Perception
|
fanatisme
konsumen akan merek suatu produk tertentu karena citra atau reputasi produk
itu sendiri.
|
2.4
Pengendalian Kualitas
Pengendalian kualitas adalah upaya dalam menjaga kualitas
dari produk yang dihasilkan agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah
ditetapkan berdasarkan kebijakan perusahaan. tujuan pengendalian kualitas
adalah supaya produk dapat berfungsi sesuai dengan apa yang diinginkan yang
nantinya akan memberikan kepuasan konsumen, untuk mengetahui apakah segala
sesuatunya berjalan sesuai dengan rencana yang ada, dan untuk mengetahui telah
dijalankan secara efisien atau belum dan apakah mungkin didalam perbaikan
(Assauri, 2008).
Pengendalian kualitas memerlukan pengertian dan perlu
dilaksanakan oleh perancang, bagian inspeksi, bagian produksi sampai pendistribusian
produk ke konsumen. Aktivitas pengendalian kualitas pada umumnya meliputi
kegiatan-kegiatan berikut (Purnomo, 2004):
1. Pengamatan terhadap performansi produk atau proses.
2. Membandingkan performansi yang ditampilkan dengan standar
yang berlaku.
3.
Mengambil
tindakan-tindakan bila terdapat penyimpangan-penyimpangan yang cukup
signifikan, dan jika perlu perlu dibuat
tindakan-tindakan untuk mengoreksinya.
Pengendalian kualitas proses statistik (statistical process control) merupakan
teknik penyelesaian masalah
yang
digunakan
sebagai
pemonitor, pengendali, penganalsis, pengelola, dan memperbaiki proses menggunakan
metode-metode statistik.
Pengendalian proses statistik
merupakan penerapan
metode-metode statistik untuk
pengukuran dan analisis variasi proses. Konsep
terpenting dalam pengendalian proses statistik adalah pengendalian variasi proses, yang terdiri dari variasi umum dan variasi khusus, dengan menggunakan alat yang disebut peta kendali (control chart) (Ariani, 2003).
Pengendalian kualitas statistik merupakan alat
manajemen secara ilmiah. Beberapa keuntungan jika digunakan pengendalian
kualitas statistik adalah sebagai berikut (Purnomo, 2004).
1. Perbandingan antara kualitas dan biaya
Dalam suatu bisnis perusahaan akan selalu berhubungan dengan persaingan.
Salah satu cara untuk dapat memenangkan persaingan adalah mempertinggi mutu
atau memperendah biaya, bahkan bila mungkin mempertinggi mutu diikuti dengan
penurunan biaya. Pengendalian kualitas statistik menyajikan teknik untuk lebih
mengerti akan adanya variasi dalam karakteristik kualitas dan menolong untuk
secara langsung atau tidak langsung memperbaiki kualitas atau menurunkan biaya.
2. Menjaga kualitas lebih seragam
Suatu proses produksi tidak akan dapat memproduksi yang persis sama dari
barang yang dibuat, penyimpangan kualitas bagaimanapun kecilnya pasti terjadi.
Selama variasi kualitas tidak menunjukkan gejala yang besar, maka proses
produksi dikatakan cukup terkontrol secara statistik, atau dapat dikatakan
produksi tidak dapat menunjukkan banyak variasi kualitas (uniform/seragam).
Pengendalian kualitas akan menjaga keseragaman tersebut.
3. Penyediaan bahan baku yang lebih baik
Pengendalian kualitas statistik akan membantu manajemen
untuk menentukan penilaian sumber bahan baku. Penilaian sumber bahan baku ini
akan sangat menentukan apabila biaya produksi sangat dipengaruhi oleh sumber
bahan baku.
4. Penggunaan alat produksi yang lebih efisien
Dalam suatu proses produksi sering digunakan beberapa
mesin untuk memproduksi barang. Jika digunakan peta kontrol untuk setiap mesin,
maka akan diketahui kondisi mesin tersebut apakah perlu diperbaiki atau tidak.
5. Mengurangi kerja ulang atau pembuangan
Pengendalian kualitas statistik akan membantu proses supaya dapat berjalan
lancar sesuai standar. Dengan demikian, barang yang diproduksi tidak banyak
yang cacat dan sesuai dengan standar yang diharapkan
6. Memperbaiki hubungan produsen – konsumen
Banyak industri pada saat ini menggunakan bahan baku dari
hasil proses produksi industri lain. Bila terjadi hubungan demikian, maka hasil
produksi industri yang akan menjadi masukan industri lain akan sangat
mempengaruhi kualitas produksi. Apabila input, dalam hal ini hasil produk
industri sebelumnya jelek maka produk yang dibuat oleh industri berikutnya akan
cenderung jelek. Begitu sebaliknya jika input baik, maka industri berikutnya
akan dengan mudah memproduksi barang yang baik. Dengan demikian, akan
meningkatkan hubungan antara produsen dan konsumen
BAB
III
METODOLOGI
3.1
Tata Laksana Kerja Praktek
3.1.1 Prosedur
Kerja Praktek
Kerja
praktek yang akan dilakukan memiliki beberapa prosedur yang bertujuan untuk
mengetahui tahapan-tahapan kerja praktek. Berikut ini adalah tahapan prosedur
kerja praktek yang akan dilakukan.
1.
Pelaksanaan kerja
praktek dibagi kedalam beberapa tahapan kegiatan, yaitu sebagai berikut:
a. Pengarahan
pelaksanaan kerja praktek oleh dosen pembimbing.
b. Pelaksanaan
kegiatan kerja praktek di lapangan.
c. Pembuatan
laporan kerja praktek beserta bimbingan.
2.
Pihak perusahaan
memiliki wewenang penuh kepada mahasiswa untuk memberikan pendidikan berupa pengetahuan aplikatif di
dalam perusahaan pada proses pelaksanaan kerja praktek.
3.
Apabila kerja praktek
di lapangan telah selesai, mahasiwa wajib membuat laporan kerja praktek yang
dibimbing oleh dosen pembimng.
3.1.2 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek
Kegiatan
kerja praktek ini akan dilakukan pada bulan Februari
2016. Lokasi kerja praktek
yang akan dilaksanakan adalah di PT
Krakatau Steel (persero) Tbk Main Office Jl. Industri No.5 P.O Box 14. Cilegon
Banten 42435. Indonesia.
3.1.3
Metode Pengumpulan Data
Metode
pengumpulan data yang digunakan pada kerja praktek
ini adalah sebagai berikut:
1.
Studi Lapangan
Studi lapangan yang
dilakukan pada kerja praktek ini meliputi pengamatan, peninjauan dan
mempelajari langsung proses produksi aluminium
yang dihasilkan oleh PT Krakatau Steel
(persero) Tbk Main Office Jl. Industri No.5 P.O Box 14. Cilegon Banten 42435.
Indonesia.
Penulisan ilmiah ini tentunya membutuhkan data-data dari
PT Krakatau Steel. Data yang dibutuhkan antara lain:
a. Profil tentang PT Krakatau Steel.
b. Proses produksi.
c. Banyaknya produk yang dihasilkan dalam tiap bulan.
d. Kendala yang terjadi dalam proses produksi.
e. Pengendalian kualitas yang diterapkan PT Krakatau Steel.
f. Jenis Prodak yang di produksi.
2.
Studi Pustaka
Studi pustaka yang
dilakukan meliputi pengumpulan berbagai macam referensi dari buku dan
sumber-sumber lainnya mengenai tema yang diambil.
3.2 Metode
Pengolahan Data
Metode pengolahan data dijelaskan
kedalam bentuk diagram alir yang tersusun secara sistematis. Diagram alir
pengolahan data menjelaskan tentang proses atau tahapan pengolahan mengenai
keperluan laporan yang bersifat sistematis dan terencana. Berikut ini adalah
tahapan pengolahan data.
Gambar 3.1 Diagram Alir Metode Pengolahan Data
3.3 Jadwal
Kegiatan Kerja Praktek
Kerja praktek yang dilakukan di PT
Krakatau Steel dilakukan dalam kurun waktu satu bulan yang akan dilaksanakan
pada bulan Februari 2016. Adapun jadwal kegiatan kerja praktek yang dibuat pada
Tabel 3.1 dibawah ini.
Tabel
3.1 Jadual Kegiatan Kerja Praktek
|
Kegiatan
|
Februari
|
|||
|
M I
|
M II
|
M III
|
M IV
|
|
|
1.
Persiapan ke
lapangan, pengenalan dengan staf dan karyawan, serta pengenalan lingkungan
pabrik.
|
|
|
|
|
|
2. Mempelajari gambaran umum perusahaan.
|
|
|
|
|
|
3.
Wawancara dan konsultasi dengan pihak terkait
|
|
|
|
|
|
4.
Mempelajari proses produksi dan melakukan pengumpulan data terkait
|
|
|
|
|
|
5.
Mempelajari pengendalian kualitas dan melakukan pengumpulan data
terkait
|
|
|
|
|
|
6. Menyusun penelitian yang
telah dilakukan.
|
|
|
|
|
DAFTAR PUSTAKA
Ariani,
Dorothea Wahyu. 2003. Pengendalian Kualitas Statistik.
Yogyakarta: Andi. Chodariyanti.
Assauri,
Sofjan. 2008. Manajemen Produksi. Edisi Revisi. Jakarta: FE UI.
Montgomery, Douglas C.
2001. Introduction to Statistical Quality Control 4th Edition. New York:
John Wiley & Sons, Inc.
Purnomo, Hari. 2004. Pengantar Teknik
Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar