Rabu, 11 Juni 2014

Resensi film laskar pelangi
Diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh penulisnya sendiri, “Laskar Pelangi” menceritakan kisah masa kecil anak-anak kampung dari suatu komunitas Melayu yang sangat miskin Belitung. Anak orang-orang ‘kecil’ yang mencoba memperbaiki masa depan mereka.
SD Muhammadiyah, tampak begitu rapuh dan menyedihkan dibandingkan dengan sekolah-sekolah PN Timah (Perusahaan Negara Timah). Mereka tersudut dalam ironi yang sangat besar karena kemiskinannya justru berada di tengah-tengah gemah ripah kekayaan PN Timah yang mengeksploitasi tanah ulayat mereka.
Kesulitan terus menerus membayangi sekolah kampung itu. Sekolah yang dibangun atas jiwa ikhlas dan kepeloporan dua orang guru, seorang kepala sekolah yang sudah tua, Bapak Harfan Efendy Noor dan ibu guru muda, Ibu Muslimah Hafsari, yang juga sangat miskin, berusaha mempertahankan semangat besar pendidikan dengan terseok-seok. Sekolah yang nyaris dibubarkan oleh pengawas sekolah Depdikbud Sumsel karena kekurangan murid itu, terselamatkan berkat seorang anak idiot yang sepanjang masa bersekolah tak pernah mendapatkan rapor.
Sekolah yang dihidupi lewat uluran tangan para donatur di komunitas marjinal itu begitu miskin: gedung sekolah bobrok, ruang kelas beralas tanah, beratap bolong-bolong, berbangku seadanya, jika malam dipakai untuk menyimpan ternak, bahkan kapur tulis sekalipun terasa mahal bagi sekolah yang hanya mampu menggaji guru dan kepala sekolahnya dengan sekian kilo beras, sehingga para guru itu terpaksa menafkahi keluarganya dengan cara lain. Sang kepala sekolah mencangkul sebidang kebun dan sang ibu guru menerima jahitan.
Kendati demikian, keajaiban seakan terjadi setiap hari di sekolah yang dari jauh tampak seperti bangunan yang akan roboh. Semuanya terjadi karena sejak hari pertama kelas satu sang kepala sekolah dan sang ibu guru muda yang hanya berijazah SKP (Sekolah Kepandaian Putri) telah berhasil mengambil hati sebelas anak-anak kecil miskin itu.
Dari waktu ke waktu mereka berdua bahu membahu membesarkan hati kesebelas anak-anak tadi agar percaya diri, berani berkompetisi, agar menghargai dan menempatkan pendidikan sebagai hal yang sangat penting dalam hidup ini. Mereka mengajari kesebelas muridnya agar tegar, tekun, tak mudah menyerah, dan gagah berani menghadapi kesulitan sebesar apapun. Kedua guru itu juga merupakan guru yang ulung sehingga menghasilkan seorang murid yang sangat pintar dan mereka mampu mengasah bakat beberapa murid lainnya. Pak Harfan dan Bu Mus juga mengajarkan cinta sesama dan mereka amat menyayangi kesebelas muridnya. Kedua guru miskin itu memberi julukan kesebelas murid itu sebagai para Laskar Pelangi.
Keajaiban terjadi ketika sekolah Muhamaddiyah, dipimpin oleh salah satu laskar pelangi mampu menjuarai karnaval mengalahkan sekolah PN dan keajaiban mencapai puncaknya ketika tiga orang anak anggota laskar pelangi (Ikal, Lintang, dan Sahara) berhasil menjuarai lomba cerdas tangkas mengalahkan sekolah-sekolah PN dan sekolah-sekolah negeri. Suatu prestasi yang puluhan tahun selalu digondol sekolah-sekolah PN.
Tak ayal, kejadian yang paling menyedihkan melanda sekolah Muhamaddiyah ketika Lintang, siswa paling jenius anggota laskar pelangi itu harus berhenti sekolah padahal cuma tinggal satu triwulan menyelesaikan SMP. Ia harus berhenti karena ia anak laki-laki tertua yang harus menghidupi keluarga, sebab ketika itu ayahnya meninggal dunia.
Belitong kembali dilanda ironi yang besar karena seorang anak jenius harus keluar sekolah karena alasan biaya dan nafkah keluarga justru disekelilingnya PN Timah menjadi semakin kaya raya dengan mengekploitasi tanah leluhurnya.
Meskipun awal tahun 90-an sekolah Muhamaddiyah itu akhirnya ditutup karena sama sekali sudah tidak bisa membiayai diri sendiri, tapi semangat, integritas, keluruhan budi, dan ketekunan yang diajarkan Pak Harfan dan Bu Muslimah tetap hidup dalam hati para laskar pelangi. Akhirnya kedua guru itu bisa berbangga karena diantara sebelas orang anggota laskar pelangi sekarang ada yang menjadi wakil rakyat, ada yang menjadi research and development manager di salah satu perusahaan multi nasional paling penting di negeri ini, ada yang mendapatkan bea siswa international kemudian melakukan research di University de Paris, Sorbonne dan lulus S2 dengan predikat with distinction dari sebuah universitas terkemuka di Inggris.
Semua itu, buah dari pendidikan akhlak dan kecintaan intelektual yang ditanamkan oleh Bu Mus dan Pak Harfan. Kedua orang hebat yang mungkin bahkan belum pernah keluar dari pulau mereka sendiri di ujung paling Selatan Sumatera sana.
Banyak hal-hal inspiratif yang dimunculkan film ini. film ini memberikan contoh dan membesarkan hati. film ini memperlihatkan bahwa di tangan seorang guru, kemiskinan dapat diubah menjadi kekuatan, keterbatasan bukanlah kendala untuk maju, dan pendidikan bermutu memiliki definisi dan dimensi yang sangat luas. Paling tidak laskar pelangi dan sekolah miskin Muhamaddiyah menunjukkan bahwa pendidikan yang hebat sama sekali tak berhubungan dengan fasilitas. Terakhir cerita laskar pelangi memberitahu kita bahwa bahwa guru benar-benar seorang pahlawan tanpa tanda jasa.

Unsur-unsur dalam film laskar pelangi

A.      UNSUR INTRINSIK NOVEL

1.             TEMA “ Persahabatan ”

2.            PENOKOHAN
Ikal                  
ikal dalam cerita ini. Ikal merupakan anak yang pintar.Ia sangat menyukai sastra, terlihat dari kesehariannya yang senag menulis puisi. Ia menyukai  A Ling sepupu dari A Kiong
Watak                :  tidak mudah ,putus asa,setia kawan dan tegar.

Pak K.A. Harpan Noor
Bernama lengkap N.A. Harfan Efendi Noor bin K.A. FadilahZein Noor. Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar meskimurid –murid awalnya takut untuk melihatnya. Seperti pada saat beliau bercerita tentang kisah para nabi, semua murid sangat senang dan ketika beliau pulang murid-muridnya selalu menatap lekat-lekat pada dirinya.
Watak                            :Baik hati, Ramah , dan Sabar

Erin
Watak                            : Cerdas,agamais,baik hati.

Ibu N.A. muslimah Hafsari       
Bernam lengkap N.A. Muslimah Hapsari Hamid binti K.A.Abdul Hamid. Dia adalah Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi dan berhati lembut.
Watak                            : Sabar, baik hati dan penyayang.

Lintang                                        
Teman Ikal yang luar biasa jenius.Lintang telah menunjukkanminat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama berada di sekolah.Ia berasal dari keluarga yang miskin. Ayahnya bekerja sebagai nelayanmiskin yang tidak memiliki perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota keluarga. Cita-citanya terpaksa ia tinggalkan agar ia dapat bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal
Watak                            : Pantang menyerah dan cerdas

Mahar                                         
Tampan, ia memiliki bakat dan minta besar pada seni. Pertama diketahui ketika tanpa sengaja Bu Mus menunjuknya untuk bernyanyi didepan kelas saat pelajaran seni suara
Watak                            : Kreatif, imajinatif dan cerdas.

Trapani                                  
Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Dan apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya.Seperti misalnya ia akan tampil sebagai band yang di komando olehMahar, ia tidak mau tampil jika tidak ditonton Ibunya
Watak                : Manja ,cerdas,rupawan.

Kucai                                           
Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi. Laki-lak iini sejak kecil terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi di DPRD Belitong.
Watak                            : Lemot , susah diatur ,banyak bicara,optimis,berjiwa Pemimpin

Sahara                                        
Satu-satunya gadis dalam anggota laskar pelangi. Merupakangadis keras kepala yang berpendirian kuat yang sangat patuh pada agama terbukti ia merupakan gadis berjilbab yang cantik dan selalu rajinmenunaikan sholat dan mengaji, gadis yang ramah dan pandai, ia baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah.
Watak                            : Susah diyakinkan dan. Sahara Sangat menjujung tinggi nilai kejujuran.Ia paling tidak suka berbohong

Flo                          
Bernama asli Floriana.Seorang anak tomboy yang berasal darikeluarga kaya.Dia tidak sombong walaupun menjadi anak orang kaya.Buktinya ia malah berkeinginan untuk bersekolah di SD SMPMuhamadiyah dan sama sekali tidak merasa malu.
Watak                            : Menyenangkan, cantik ,rendah hati .

A kiong       
Kendatipun ia memiliki wajah yang buruk rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong padasiapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai
Watak                            : Baik , agnostik,dan sedikit aneh

Harun                                        
Pria yang memiliki keterbelakangan mental dan memulai sekolah dasar ketika ia berumur 15 tahun. Laki-laki ini sering bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga pada tanggal tiga kepada Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran kepada Bu Mus.
Watak                            : Baik tetapi agak keterbelakangan mental.


Borek                                   
Pria besar maniak otot dan selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho. Ketika dewasa ia menjadi kuli di toko milik A Kiong danSahara
Watak                            : Nakal dan susah diatur

3.            PLOT/ALUR
Alur yang digunakan  pado novel Laskar Pelangi ini adalah Alur maju 
Alasan : karena penulis menceritakan kejadian dari awal hingga akhir, sehingga membuat pembaca penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tahapan Alur

Tahap penyituasian :
 Yaitu pada saat hari pertama penerimaan murid baru di SD Muhamadiyah kekurangan seorang murid dan sekolah hampir ditutup, namun dengan kehadiran seorang murid yang bernama Harun telah menyelamatkan pembodohan di kampung paling miskin di pulau belitong yang kaya akan tambang timah.
“ guru-guru yang sederhana ini berada dalam situasi genting karena pengawas sekolah dari Depdiknas Sumsel telah memperingatkan bahwa jika SD Muhammadiyah hanya mendapat murid baru kurang dari sepuluh orang maka sekolah paling tua di Belitong ini harus ditutup”.
“ Harun telah menyelamatkan kami dan kami bersorak. Sahara berdiri tegak merapikan lipatan jilbabnya yang menyandang tasnya dengan gagah, ia tidak mau duduk lagi. Bu Mus tersipu. Air mata guru ini surut dan ia menyeka keringat di wajahnya yang belepotan karena bercampur dengan bedak tepung beras.” 

Tahap pemunculan konflik :
Ketika Bu Mus dengan segala usahanya dan semangat kesepuluh laskar pelangi mampu berjuang dan melewati masa-masa sulit serta kebahagiaan bersama.
“ karena kegemaran kolektif terhadap pelangi maka Bu Mus menamai kelompok kami Laskar Pelangi ".

Tahap peningkatan konflik :
Ketika Mahar dan Lintang berusaha mengharumkan nama SD SMP Muhamadiyah lewat kemahiran dan kepintaran mereka dalam perlombaan cerdas cermat dan karnaval saat perayaan HUT RI dan mampu mengalahkan sekolah milik PN Timah.
“seperti mahar, Lintang berhasil mengharumkan nama perguruan Muhammadiyah. Kami adalah sekolah kampung pertama yang menjuarai perlombaan ini, dan dengan sebuah kemenangan mutlak”.

Tahap klimaks :
Pada saat Lintang si murid paling jenius di antara yanglainnya meninggalkan bangku sekolah karena ia harus mengurus adik-adiknya setelah kematian Ayahnya. Di sanalah akhir dari cerita perjuangan para kesepuluh Laskar Pelangi.
“SEORANG anak laki-laki tertua keluarga pesisir miskin yang ditinggal mati ayah, harus menanggung nafkah ibu, banyak adik, kakek-nenek, dan paman-paman yang tak berdaya, Lintang tak punya peluang sedikitpun untuk melanjutkan sekolah”.

Tahap penyelesaian :
Yaitu saat tembok PN Timah mampu dihancurkan dan kemiskinan dapat dilawan oleh rakyat Belitong. Dan kebahagiaan yang akhirnya mampu diraih oleh kesepuluh laskar pelangi.

4.            LATAR
1.     Tempat
Latar tempat yang digunakan dalam novel ini adalah di sebuah sekolah bernama SD Muhammadiyah yang terletak di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitong Timur, Sumatera Selatan.Namun, ada pula yang latarnya adalah di rumah, pohon, gua, tepi pantai, pasar dan lain-lain tapi masih di kawasan Belitong.   
1.     Di sekolah
seluruh hadirin terperanjat karena trapani berteriak smabil menunjukkepinggir lapangan rumput luas halaman sekolah itu “.
2.     Dibawah pohon
“kucai mengangkangi dahan tertinggi ,sedangkan sahara ,satu –satunya betina dalam kawanan itu ,bersilnang kaki  di atas dahan terendah “.
3.     Di gua
“ kami terus merambah masuk sampai beratus – ratus meter tapi takmenumukan tanda-tanda gua itu akan berakhir “
4.     Dirumah
“kotak kapur yang ada tulisan pesang Aling itu kusimpan dikamarku seperti benda koleksi yang bernilai tinggi “

2.     Suasana
1.   Menyenangkan
Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana senang ialah saat tim cerdas cermat SD Muhammadiyah berhasil memenangkan pertandingan.
“Ketika lintang mengangkat tinggi-tinggi trofi besar kemenangan”.
2.   Menegangkan
Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana cemas ialah saat PakHarfan, Bu Muslimah dan calon murid SD Muhammadiyah beserta orang tuanyamenunggu untuk menggenapkan calon siswa yang mendaftar agar sekolah tidakditutup.
“suasana kelas menjadi tegang,kami harap mahar segera meminta maaf dan menyatakan pertobatan tapi sungguh sial,ia malah menjawab dengan nada bantahan”.
3.   Menyedihkan.
Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana sedih ialah saat Ikal, teman-temannya dan Bu Muslimah berpisah dari Lintang yang memutuskan berhenti sekolah karena harus mengurusi keluarga yang ditinggal mati ayahnya.
“aku tak sanggup menatap wajah nya yang pilu  dan kesedihanku yang mengharu biru telah mencurahkan habis air mataku ,tak dapat aku tahan tahan sekuat apapun aku berusaha “.
3.     Waktu      
·       Pagi hari
“bagiku pagi itu adalah pagi yang tak terlupakan “             
·       Sore hari
“situasi makin kacau ketika sore itu berita kunjungan burung pelintang menyebar ke kampong dan beberapa nelayan batal melaut”
·       Malam hari
"malam ini kami menginapdi masjid al-hikmah karena subuh nanti kami mempunyai acara seru ,yaitu naik gunung “
5.   SUDUT PANDANG
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama pelaku utama karena dalam penceritaan novel penulis menggunakan kata ‘aku’.Tokoh‘aku’ dalam novel ini diceritakan paling dominan sehingga si tokoh ‘aku’ dapat dikatakan sebagai tokoh atau pelaku utama.
Kutipan Novel:
Banyak sekali yang bisa dikutip dari novel tersebut dengan kata ‘aku’ karena isi novel dominan dengan ‘aku’.
“aku hanya sendirian .jika ada orang lain aku berani lebih frontal “ dan lain-lain
6.   GAYA BAHASA
Penulis memakai gaya bahasa campuran Karena penulis masih memakai bahasa-bahasa asing (memakai kata serapan)
Kutipan Novel :
“Papilio blumei, kupu-kupu tropis yang menawan berwarna hitam bergaris biru-biru itu mengunjungi pucuk ficilium”.
7.   AMANAT
Banyak sekali amanat yang terkandung dalam novel “Laskar Pelangi” ini. Diantaranya adalah
·         Jangan mudah menyerah oleh keadaan (jangan putus asa).
Keadaan boleh saja serba kekurangan, namun kekurangan janganlah menjadi alasan untuk tidak berusaha.Justru jadikanlah kekurangan itu sebagai motivasi untuk bisa menutupinya.Dalam novel ini diceritakan tentang kehidupan pendidikan yang keadaannya serba minim.Namun, tokoh-tokoh di dalamnya tidak menyerah dengan keadaan seperti itu.Mereka tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar.Kemiskinan bukan alasan untuk tidak belajar.
·         Jauhi sifat pesimis
Saat menengadahkan perasaan kepada orang-orang yang ada di atas kita, bukan berarti kita harus merasa kecil dan lemah di hadapan mereka.Kita ada di bawah, bukan berarti kita tidak bisa seperti orang yang ada di atas.Menengadahkan perasaan ke atas mestinya dijadikan cambuk semangat untuk bisa seperti orang itu atau bahkan bisa lebih baik lagi.Contonya pada novel ini yang menceritakan sebuah sekolah kampung (SD Muhammadiyah) biasa yang selalu optimis untuk bisa lebih baik dari sekolah yang dari awal memang sudah baik (SD PN).
·         Sebagai guru haruslah dengan ikhlas mengajar dan berdedikasi tinggi terhadap pendidikan.
Dalam novel ini diceritakan seorang guru yang begitu tinggi dedikasinya terhadap pendidikan. Guru diibaratkan  kompas yang menunjukkan kemana murid-muridnya akan pergi. Bu Muslimah merupakan sosok yang menjadi guru teladan yang dengan segenap kemampuannya berjuang untuk memajukan pendidikan di sebuah kampug kecil.
•      Jangan mudah menyerah oleh keadaan (jangan putus asa)
•      hiraukan orang yang menggangumu, teruslah berjalan jika menurutmu itu benar.
•      Dari bersekolah dengan sungguh-sungguh cita-cita akan tercapai walaupun dengan usaha dan perjuangan yang sulit.
•      Hidup ini dapat kita lalui dengan bahagia apabila kita semangat dalam menjalankan kewajiban kita, dan sabar dalam menghadapi cobaan
Sumber: http://ogurishun-maulana.blogspot.com/2013/11/analisis-unsur-intrinsik-novel_27.html

Nilai-nilai dalam film laskar pelangi
Nilai pendidikan : nilai pendidikan yang sangat jelas terlihat yaitu semangat anak-anak laskar pelangi untuk sampai ke sekolah yang jauh , berbahaya , serta perjuangan mereka dalam memperjuangkan impian-impiannya . Dan menjadikan impian itu sebuah tantangan yang harus dicapai .
Nilai Toleransi :
Toleransi merupakan suatu sikap menghargai atas perbedaan-perbedaan yang terjadi di dalam suatu masyarakat. Nilai toleransi yang terdapat di dalam film LP adalah adanya toleransi antar umat beragama, budaya, adat istiadat yang terjadi di dalam masyarakat Belitong.
Nilai toleransi yang terdapat dalam film LP diantaranya adanya nilai toleransi dalam antar umat beragama yang terlihat dari penerimaan A Kiong yang beragama Kong Hu Cu dapat bersekolah di SD Muhammadiyah yang berlandaskan islami. Sedangkan nilai budaya begitu nampak dalam cerita LP, bahwasannya masyarakat Belitong yang bersuku Melayu asli begitu terbuka menerima budaya Tionghoa yang berkembang di daerah tersebut.
Nilai persahabatan :
Rasa kebersamaan dan perasaan satu dengan yang lain merupakan wujud dari sikap solidaritas. Hal ini mampu terjalin jika saling adanya rasa memiliki satu dengan yang lain. Dalam film LP nilai solidaritas ini nampak dialami pada persahabatan kesepuluh anak Laskar Pelangi dalam keseharian mereka.
Sikap kesolidaritasan ini terjalin sangat kuat, mereka selalu bersama baik dalam keadaan suka maupun duka. Hal ini nampak pada saat salah satu dari mereka mengalami kesedihan karena ditinggal sang pujaan hati. Teman yang lain berusaha untuk menghiburnya dengan menyanyi dan menari bersama hingga rasa kesedihan itu benar-benar hilang. Selain itu rasa kesolidaritasan antar sekawan ini nampak pula pada ending cerita, ketika Lintang beberapa hari tidak kelihatan datang mengikuti kegiatan di sekolah. Sehingga menimbulkan rasa kehilangan yang sangat mendalam di lubuk hati kesembilan anak laskar pelangi
Sumber: http://liasuci.ilearning.me/kebudayaan-indonesia/nilai-nilai-yang-terkandung-dalam-laskar-pelangi/

Kesimpulan
Sebenarnya banyak sekali anak-anak cerdas di bangsa ini yang memiliki kemampuan bersaing yang lebih baik dari pada anak-anak pejabat di kota namun semua mimpi-mimpi mereka terganjal oleh kurangnya sarana pendukung dan juga uang. sarana pendukung yang mereka butuhkan itu berupa bangunan sekolah yang layak, pembangunan sekolah-sekolah di dalam daerah pelosok, akses jalan yang mudah dicapai serta guru-guru pembimbing yang setia dan tulus menjalankan perannya untuk mengajar anak-anak di daerah pelosok, Guru-guru yang tidak mengharapkan banyak imbalan atau penghargaan dari pemerintah karna mampu mengajarkan anak-anak di pelosok sana.  Guru yang baik adalah guru yang mampu mengabdi bagi anak-anak di indonesia tanpa tanda jasa.
Lalu dalam cerita laskar pelangi ini terlihat sekali anak-anak itu keluarganya bukan dari keluarga berkasta tinggi dengan menggunakan pakaian yang lusuh mereka semua pergi ke sekolah yang hanya sepetak besarnya. Mereka bak anak manusia di negeri miskin tak bernyawa. Meski di daerah sana terdapat sebuah perusahaan terkenal dan besar namun semua itu tak berpengaruh untuk kehidupan mereka. Dari film tersebut dimanakah peran pemerintah indonesia? Terlihat jelas ketidak mampuan para petinggi negara ini mengolah dan mengatur kehidupan rakyatnya. Apakah tanah airku terlalu besar untuk mereka? Pemberitaan hanya fokus di ibu kota indonesia dan lagi inilah indonesia bangsa yang hanya terdapat di jakarta saja.
Seandainya para tokoh yang ada dalam laskar pelangi mendapatkan semua hal yang layak untuk meraih mimpinya pasti mereka akan menjadi orang-orang yang sukses sebelum pendahulunya. Bukan hanya tokoh dilaskar pelangi namun semua anak di negara bangsa indonesia wajib mendapatkan kesahteraan dalam dalam berpendidikan.

Sumber: https://twitter.com/GanDhangers

Tidak ada komentar:

Posting Komentar