BAB II
STUDI PUSTAKA
2.1
Definisi Kualitas
Kualitas
adalah derajat atau tingkat dimana produk atau jasa tersebut mampu memuaskan
keinginan dari konsumen. Faktor utama yang menentukan kinerja suatu perusahaan
adalah kualitas barang atau jasa yang dihasilkan. Produk dan jasa yang
berkualitas adalah produk dan jasa yang sesuai dengan apa yang diinginkan
konsumennya. Kualitas produk atau jasa akan dapat diwujudkan apabila orientasi
seluruh kegiantan perusahaan atau organisasi tersebut berorientasi pada
kepuasan pelanggan. Kualitas pada industri manufaktur selain menekankan pada
produk yang dihasilkan, juga perlu diperhatikan kualitas pada proses produksi. Kegiatan
pengendalian kualitas pun tidak hanya meliputi penetapan standar produk atau
proses dari pihak produsen, melainkan standar yang ditetapkan produsen harus
sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan diharapkan oleh konsumen (Ariani,
2003).
Kualitas menjadi faktor dasar keputusan konsumen untuk
mendapatkan suatu produk, karena konsumen akan memutuskan untuk membeli suatu produk
dari perusahaan tertentu yang lebih berkualitas dari pada saingan-sainganya.
Alasan-alasan mendasar pentingnya kualitas sebagai strategi bisnis adalah
sebagai berikut (Purnomo, 2004):
1.
Meningkatkan
kesadaran konsumen akan kualitas dan orientasi konsumen yang kuat akan
penampilan kualitas.
2.
Kemampuan produk.
3.
Peningkatan tekanan
biaya pada tenaga kerja,energi dan bahan baku.
4.
Persaingan yang
semakin intensif.
5.
Kemajuan yang luar
biasa dalam produktivitas melalui program keteknikkan kualitas yang efektif.
2.2
Faktor yang Mempengaruhi Mutu
Ada faktor-faktor yang mempengaruhi mutu
suatu barang. Menurut Assauri (2008), mutu ditentukan oleh beberapa faktor,
yaitu (Assauri, 2008):
1.
Fungsi suatu barang
Suatu
barang yang dihasilkan hendaknya memerhatikan fungsi untuk apa barang tersebut
digunakan atau dimaksudkan, sehingga barang-barang yang dihasilkan harus dapat
benar-benar memenuhi fungsi tersebut.
2.
Wujud Luar
Salah
satu faktor yang penting dan sering digunakan olah konsumen dalam melihat suatu
barang pertama kalinya, untuk menentukan mutu barang tersebut adalah wujud luar
barang itu.
3.
Biaya barang tersebut
Umumnya
biaya dan harga suatu barang akan dapat menentukan mutu barang tersebut. Hal
ini terlihat dari barang-barang yang mempunyai biaya mahal, dapat menunjukkan
bahwa mutu barang tersebut relatif baik.
2.3
Dimensi Kualitas
Dimensi
ini digunakan untuk melihat dari sisi manakah kualitas akan dinilai. Ada
beberapa dimensi kualitas untuk industri manufaktur dan jasa. Berikut akan
dijelaskan pada tabel dibawah ini (Ariani, 2003).
Tabel 2.1 Dimensi Kualitas
|
Dimensi
|
Keterangan
|
|
Performance
|
kesesuaian
produk dengan fungsi utama produk sendiri atau karakteristik operasi dari
suatu produk.
|
|
Feature
|
ciri
khas produk yang membedakan dari produk lain yang merupakan karakteristik
pelengkap dan mampu menimbulkan kesan yang baik bagi pelanggan.
|
|
Reability
|
kepercayaan
pelanggan terhadap produk karena kehandalannya atau karena kemungkinan
kerusakan yang rendah.
|
|
Conformance
|
yaitu kesesuaian produk dengan syarat atau ukuran
tertentu atau sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar
yang telah ditetapkan.
|
|
Durability
|
tingkat
ketahanan produk atau lama umur produk.
|
|
Serviceability
|
kemudahan
produk itu bila akan diperbaiki atau kemudahan memperoleh komponen produk
tersebut.
|
|
Aesthetic
|
yaitu
keindahan atau daya tarik produk tersebut.
|
|
Perception
|
fanatisme
konsumen akan merek suatu produk tertentu karena citra atau reputasi produk
itu sendiri.
|
2.4
Pengendalian Kualitas
Pengendalian kualitas adalah upaya dalam menjaga kualitas
dari produk yang dihasilkan agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah
ditetapkan berdasarkan kebijakan perusahaan. tujuan pengendalian kualitas
adalah supaya produk dapat berfungsi sesuai dengan apa yang diinginkan yang
nantinya akan memberikan kepuasan konsumen, untuk mengetahui apakah segala
sesuatunya berjalan sesuai dengan rencana yang ada, dan untuk mengetahui telah
dijalankan secara efisien atau belum dan apakah mungkin didalam perbaikan
(Assauri, 2008).
Pengendalian kualitas memerlukan pengertian dan perlu
dilaksanakan oleh perancang, bagian inspeksi, bagian produksi sampai pendistribusian
produk ke konsumen. Aktivitas pengendalian kualitas pada umumnya meliputi
kegiatan-kegiatan berikut (Purnomo, 2004):
1. Pengamatan terhadap performansi produk atau proses.
2. Membandingkan performansi yang ditampilkan dengan standar
yang berlaku.
3.
Mengambil
tindakan-tindakan bila terdapat penyimpangan-penyimpangan yang cukup
signifikan, dan jika perlu perlu dibuat
tindakan-tindakan untuk mengoreksinya.
Pengendalian kualitas proses statistik (statistical process control) merupakan
teknik penyelesaian masalah
yang
digunakan
sebagai
pemonitor, pengendali, penganalsis, pengelola, dan memperbaiki proses menggunakan
metode-metode statistik.
Pengendalian proses statistik
merupakan penerapan
metode-metode statistik untuk
pengukuran dan analisis variasi proses. Konsep
terpenting dalam pengendalian proses statistik adalah pengendalian variasi proses, yang terdiri dari variasi umum dan variasi khusus, dengan menggunakan alat yang disebut peta kendali (control chart) (Ariani, 2003).
Pengendalian kualitas statistik merupakan alat
manajemen secara ilmiah. Beberapa keuntungan jika digunakan pengendalian
kualitas statistik adalah sebagai berikut (Purnomo, 2004).
1. Perbandingan antara kualitas dan biaya
Dalam suatu bisnis perusahaan akan selalu berhubungan dengan persaingan.
Salah satu cara untuk dapat memenangkan persaingan adalah mempertinggi mutu
atau memperendah biaya, bahkan bila mungkin mempertinggi mutu diikuti dengan
penurunan biaya. Pengendalian kualitas statistik menyajikan teknik untuk lebih
mengerti akan adanya variasi dalam karakteristik kualitas dan menolong untuk
secara langsung atau tidak langsung memperbaiki kualitas atau menurunkan biaya.
2. Menjaga kualitas lebih seragam
Suatu proses produksi tidak akan dapat memproduksi yang persis sama dari
barang yang dibuat, penyimpangan kualitas bagaimanapun kecilnya pasti terjadi.
Selama variasi kualitas tidak menunjukkan gejala yang besar, maka proses
produksi dikatakan cukup terkontrol secara statistik, atau dapat dikatakan
produksi tidak dapat menunjukkan banyak variasi kualitas (uniform/seragam).
Pengendalian kualitas akan menjaga keseragaman tersebut.
3. Penyediaan bahan baku yang lebih baik
Pengendalian kualitas statistik akan membantu manajemen
untuk menentukan penilaian sumber bahan baku. Penilaian sumber bahan baku ini
akan sangat menentukan apabila biaya produksi sangat dipengaruhi oleh sumber
bahan baku.
4. Penggunaan alat produksi yang lebih efisien
Dalam suatu proses produksi sering digunakan beberapa
mesin untuk memproduksi barang. Jika digunakan peta kontrol untuk setiap mesin,
maka akan diketahui kondisi mesin tersebut apakah perlu diperbaiki atau tidak.
5. Mengurangi kerja ulang atau pembuangan
Pengendalian kualitas statistik akan membantu proses supaya dapat berjalan
lancar sesuai standar. Dengan demikian, barang yang diproduksi tidak banyak
yang cacat dan sesuai dengan standar yang diharapkan
6. Memperbaiki hubungan produsen – konsumen
Banyak industri pada saat ini menggunakan bahan baku dari
hasil proses produksi industri lain. Bila terjadi hubungan demikian, maka hasil
produksi industri yang akan menjadi masukan industri lain akan sangat
mempengaruhi kualitas produksi. Apabila input, dalam hal ini hasil produk
industri sebelumnya jelek maka produk yang dibuat oleh industri berikutnya akan
cenderung jelek. Begitu sebaliknya jika input baik, maka industri berikutnya
akan dengan mudah memproduksi barang yang baik. Dengan demikian, akan
meningkatkan hubungan antara produsen dan konsumen
BAB
III
METODOLOGI
3.1
Tata Laksana Kerja Praktek
3.1.1 Prosedur
Kerja Praktek
Kerja
praktek yang akan dilakukan memiliki beberapa prosedur yang bertujuan untuk
mengetahui tahapan-tahapan kerja praktek. Berikut ini adalah tahapan prosedur
kerja praktek yang akan dilakukan.
1.
Pelaksanaan kerja
praktek dibagi kedalam beberapa tahapan kegiatan, yaitu sebagai berikut:
a. Pengarahan
pelaksanaan kerja praktek oleh dosen pembimbing.
b. Pelaksanaan
kegiatan kerja praktek di lapangan.
c. Pembuatan
laporan kerja praktek beserta bimbingan.
2.
Pihak perusahaan
memiliki wewenang penuh kepada mahasiswa untuk memberikan pendidikan berupa pengetahuan aplikatif di
dalam perusahaan pada proses pelaksanaan kerja praktek.
3.
Apabila kerja praktek
di lapangan telah selesai, mahasiwa wajib membuat laporan kerja praktek yang
dibimbing oleh dosen pembimng.
3.1.2 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek
Kegiatan
kerja praktek ini akan dilakukan pada bulan Februari
2016. Lokasi kerja praktek
yang akan dilaksanakan adalah di PT
Krakatau Steel (persero) Tbk Main Office Jl. Industri No.5 P.O Box 14. Cilegon
Banten 42435. Indonesia.
3.1.3
Metode Pengumpulan Data
Metode
pengumpulan data yang digunakan pada kerja praktek
ini adalah sebagai berikut:
1.
Studi Lapangan
Studi lapangan yang
dilakukan pada kerja praktek ini meliputi pengamatan, peninjauan dan
mempelajari langsung proses produksi aluminium
yang dihasilkan oleh PT Krakatau Steel
(persero) Tbk Main Office Jl. Industri No.5 P.O Box 14. Cilegon Banten 42435.
Indonesia.
Penulisan ilmiah ini tentunya membutuhkan data-data dari
PT Krakatau Steel. Data yang dibutuhkan antara lain:
a. Profil tentang PT Krakatau Steel.
b. Proses produksi.
c. Banyaknya produk yang dihasilkan dalam tiap bulan.
d. Kendala yang terjadi dalam proses produksi.
e. Pengendalian kualitas yang diterapkan PT Krakatau Steel.
f. Jenis Prodak yang di produksi.
2.
Studi Pustaka
Studi pustaka yang
dilakukan meliputi pengumpulan berbagai macam referensi dari buku dan
sumber-sumber lainnya mengenai tema yang diambil.
3.2 Metode
Pengolahan Data
Metode pengolahan data dijelaskan
kedalam bentuk diagram alir yang tersusun secara sistematis. Diagram alir
pengolahan data menjelaskan tentang proses atau tahapan pengolahan mengenai
keperluan laporan yang bersifat sistematis dan terencana. Berikut ini adalah
tahapan pengolahan data.
Gambar 3.1 Diagram Alir Metode Pengolahan Data
3.3 Jadwal
Kegiatan Kerja Praktek
Kerja praktek yang dilakukan di PT
Krakatau Steel dilakukan dalam kurun waktu satu bulan yang akan dilaksanakan
pada bulan Februari 2016. Adapun jadwal kegiatan kerja praktek yang dibuat pada
Tabel 3.1 dibawah ini.
Tabel
3.1 Jadual Kegiatan Kerja Praktek
|
Kegiatan
|
Februari
|
|||
|
M I
|
M II
|
M III
|
M IV
|
|
|
1.
Persiapan ke
lapangan, pengenalan dengan staf dan karyawan, serta pengenalan lingkungan
pabrik.
|
|
|
|
|
|
2. Mempelajari gambaran umum perusahaan.
|
|
|
|
|
|
3.
Wawancara dan konsultasi dengan pihak terkait
|
|
|
|
|
|
4.
Mempelajari proses produksi dan melakukan pengumpulan data terkait
|
|
|
|
|
|
5.
Mempelajari pengendalian kualitas dan melakukan pengumpulan data
terkait
|
|
|
|
|
|
6. Menyusun penelitian yang
telah dilakukan.
|
|
|
|
|
DAFTAR PUSTAKA
Ariani,
Dorothea Wahyu. 2003. Pengendalian Kualitas Statistik.
Yogyakarta: Andi. Chodariyanti.
Assauri,
Sofjan. 2008. Manajemen Produksi. Edisi Revisi. Jakarta: FE UI.
Montgomery, Douglas C.
2001. Introduction to Statistical Quality Control 4th Edition. New York:
John Wiley & Sons, Inc.
Purnomo, Hari. 2004. Pengantar Teknik
Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar